Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Peningkatan Kasus COVID-19 Sejumlah Negara Harus Bikin Pemerintah Waspada

Zulfikar Sy - Jumat, 29 Oktober 2021

MerahPutih.com - Penambahan kasus COVID-19 di sejumlah negara mesti jadi peringatan bagi pemerintah untuk waspada. Terutama potensi terjadinya gelombang ketiga.

Seperti Jerman mencatat lonjakan infeksi virus corona tertinggi pada hari Sabtu (23/10), mencapai ambang 100 kasus per 100 ribu dalam tujuh hari terakhir.

Lalu kasus infeksi COVID-19 di Rusia pada Senin (25/20) mencapai 37.930 kasus baru. Hingga Singapura yang teranyat mencatat penambahan kasus 5 ribu dalam sehari.

Baca Juga:

DPR Sebut Aturan Tes COVID-19 untuk Transportasi Tidak Konsisten

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Mulyanto mengingatkan pemerintah agar waspada terhadap lonjakan kasus COVID-19 di luar negeri.

Indonesia, kata Mulyanto, harus memperketat pintu masuk dari negara-negara yang saat ini terkonfirmasi terjadi lonjakan kasus

“Kita perlu hati-hati dengan pelonggaran prokes ini. Karena kita bisa sampai pada kondisi hari ini, karena penerapan prokes yang ketat,” kata Mulyanto dalam keteranganya, Jumat (29/10).

Anggota Komisi VII DPR ini menambahkan, pemerintah Indonesia harus menarik pelajaran dari peristiwa peningkatan kasus COVID-19 di Rusia, Inggris, dan Singapura. Jangan sampai Indonesia mengalami hal serupa.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS
CaptionAnggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS


Mulyanto melihat berdasarkan jenisnya, varian COVID-19 yang berkembang di Indonesia sama dengan yang berkembang di Rusia, Inggris dan Singapura.

“Karena itu Indonesia perlu waspada agar lonjakan kasus yang terjadi di negara tersebut tidak merembet ke Indonesia,” tandasnya.

Kondisi Indonesia sangat rentan tertular oleh lonjakan kasus COVID-19 di negara tetangga.

Selain karena dari sisi vaksinasi Indonesia masih rendah, tingkat disiplin masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan juga masih kurang.

"Belum lagi di sisi treatment untuk mereka yang terinfeksi juga masih lemah," jela Mulyanto.

Berdasarkan data yang ada yang ada, vaksinasi di Indonesia baru mencapai 41 persen.

"Bandingkan dengan Singapura yang sudah 80 persen. Inggris mencapai 67 persen populasi,” jelas Mulyanto.

Baca Juga:

Begini Langkah Pemkab di Wilayah DIY Tekan COVID-19 di Kegiatan PTM

Mulyanto meminta pemerintah jangan terbuai dengan capaian sementara penurunan kasus baru.

Pemerintah perlu terus meningkatkan sebaran vaksinasi dan penelusuran sebaran kasus baru.

Itu sebabnya Indonesia harus fokus pada upaya pencegahan munculnya gelombang ketiga COVID-19.

Program vaksinasi harus terus digenjot. Harga uji PCR maupun antigen harus terus ditekan semurah mungkin.

"Aksi ambil untung dari pengusaha harus dihentikan,” ujar Mulyanto. (Knu)

Baca Juga:

Sri Sultan Optimistis Kasus COVID-19 di DIY Tetap Landai saat Liburan Nataru

Baca Artikel Asli