MERAHPUTIH.COM - KABAR duka datang dari dunia kuliner Indonesia. Hj Suharti, pendiri sekaligus pemilik rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti, meninggal dunia pada Jumat (30/10) dalam usia 86 tahun.
Kabar kepergian Hj Suharti disampaikan pihak keluarga melalui akun Instagram resmi Ayam Goreng Suharti pada Sabtu (31/10). Dalam pengumuman tersebut, keluarga memohon doa agar almarhumah mendapat ampunan, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.
Hj Suharti mengembuskan napas terakhir pada pukul 23.21 WIB. Menurut keterangan anak keempatnya, Titik, almarhumah sempat mengalami sesak napas selama empat hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Ia kemudian meninggal dunia akibat gagal jantung pada 30 Oktober malam. Titik juga mengungkapkan kondisi kesehatan ibunya telah menurun dalam dua tahun terakhir setelah mengalami serangan stroke.
Meski demikian, ia mengenang Hj Suharti sebagai sosok yang memiliki semangat besar untuk kembali sehat. Sekitar sebulan sebelum meninggal dunia, almarhumah bahkan masih menyimpan keinginan untuk terus menjalankan rumah makan yang telah dirintisnya.
Baca juga:
Ayam Goreng Widuran Solo Kembali Buka, Pasang Spanduk Besar Jualan Nonhalal
Di balik nama Ayam Goreng Suharti yang dikenal luas masyarakat, terdapat perjalanan panjang dalam membangun usaha kuliner. Hj Suharti mulai merintis bisnisnya sekitar 1956 dengan berjualan ayam goreng secara berkeliling menggunakan sepeda tua dan membawa bakul besar. Ia menjajakan dagangannya dari Yogyakarta hingga Surakarta, dibantu sang ayah.
Usaha tersebut kemudian berkembang menjadi rumah makan. Pada awal 1970-an, bisnis yang dirintis Suharti mulai beroperasi secara permanen di kawasan Yogyakarta. Seiring waktu, Ayam Goreng Suharti tumbuh menjadi salah satu nama yang lekat dengan kuliner ayam goreng khas Indonesia.
Jenazah Hj Suharti disemayamkan di rumah duka RM Ayam Goreng Suharti, Jalan Laksda Adisucipto Nomor 208, Yogyakarta. Pemakaman dijadwalkan pada Sabtu (31/10) di Makam Keluarga Candisari, Bendan, Tirtomartani, Kalasan.
Kepergian Hj Suharti meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenal kiprahnya. Warisan yang ia bangun melalui usaha kuliner menjadi bagian dari perjalanan panjang makanan khas Indonesia yang terus dikenang.(Far)
Baca juga: