Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan

Ilustrasi sampanye.(foto: pexels-george-desipris)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PENIKMAT sampanye akan merasakan alkohol yang lebih nendang. Hal itu terjadi setelah produsen di Prancis mendapat izin menaikkan kadar alkohol sampanye untuk pertama kalinya. Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.

Otoritas industri setempat mengatakan produsen sampanye untuk sementara diperbolehkan menghasilkan minuman dengan kadar alkohol hingga 15 persen, naik dari batas reguler 13 persen. Penaikan tersebut dipicu kondisi cuaca ekstrem berupa panas dan kekeringan. Kondisi itu membuat kadar gula dalam buah anggur jauh lebih tinggi. Dalam proses fermentasi, ragi mengubah gula menjadi alkohol.

Tak hanya bikin kadar alkohol meningkat, cuaca panas esktrem mempercepat jadwal panen anggur, di wilayah Champagne, Prancis, masa panen tercatat terjadi paling awal sepanjang sejarah akibat cuaca ekstrem tersebut. Asosiasi industri Comite Champagne memperkirakan kondisi seperti ini dapat menjadi hal biasa dalam 10 hingga 15 tahun mendatang akibat perubahan iklim.

Baca juga:

Al Gusto Gandeng Chef Matteo Meacci Hadirkan Cita Rasa Tuscany dalam Wicked Wine Dine




Kadar Alkohol Dinaikkan hanya untuk Tahun Ini





Kenaikan kadar alkohol diperkirakan hanya akan berdampak pada sebagian kecil produk sampanye. Juru bicara Comite Champagne, dikutip BBC, mengatakan, dalam proses fermentasi kedua yang menghasilkan gelembung pada champagne, sejumlah kecil wine dari hasil panen tahun ini mungkin memiliki kadar alkohol sedikit di atas batas regulasi 13 persen, yakni sekitar 13,1 hingga 13,2 persen.

“Oleh karena itu, diputuskan untuk menaikkan batas regulasi secara luar biasa dan sementara menjadi 15 persen. Hanya untuk tahun ini," kata juru bicara tersebut.

Anggur pertama mulai dipanen pada awal Agustus, kemudian proses panen meluas pada pertengahan bulan. Comite Champagne menyebutnya sebagai panen paling awal yang pernah tercatat di Champagne.

"Musim tanam 2026 akan dikenang sebagai salah satu yang paling tidak biasa dalam sejarah Champagne, ditandai embun beku musim semi dengan intensitas bersejarah, periode pembungaan yang sangat awal, serta lima gelombang panas sepanjang musim panas," kata asosiasi tersebut.

Baca juga:

Sudestada Malbec Day 2026, Festival Wine Argentina Hadir di Jakarta



Perubahan Iklim Mengubah Siklus



Stephane Vignon, produsen sampanye di Verzenay, kepada The Times, mengatakan perubahan iklim membuat kondisi cuaca di kawasan tersebut semakin menyerupai wilayah Mediterania.

"Iklim Mediterania bergerak ke utara. Ini merupakan tahun pertama dari siklus baru. Mungkin tidak terjadi setiap tahun, tetapi akan terjadi lagi," ujarnya.

Maxime Toubart, Wakil Ketua Comite Champagne, mengatakan kepada AFP bahwa meningkatnya kemungkinan cuaca yang lebih panas di masa depan membuat panen ekstrem tahun ini mungkin menjadi kondisi normal dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Prancis menjadi salah satu negara Eropa yang paling terdampak cuaca ekstrem tahun ini, termasuk gelombang panas yang memicu kebakaran hutan besar.

Perubahan iklim meningkatkan suhu rata-rata global dan membuat gelombang panas semakin sering serta intens. Dampaknya terasa sangat kuat di Eropa, yang menurut layanan iklim Copernicus merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat, sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Baca juga:

Dunia lagi Susah, Penjualan Sampanye Terhempas karena tak Ada yang Ingin Perayaan Meriah


Alkohol Tinggi tak Selalu Disukai Konsumen




Namun, kadar alkohol yang lebih tinggi belum tentu menjadi daya tarik bagi konsumen. Jane Anson, kolumnis wine sekaligus penulis yang berbasis di Bordeaux, memperingatkan tren konsumen justru mengarah pada minuman dengan kadar alkohol lebih rendah.

"Pertarungan antara keinginan konsumen dan apa yang diberikan alam pasti sangat membuat produsen stres," katanya kepada The Times.

Sampanye dari panen 2026 diperkirakan baru mulai beredar pada 2028 karena minuman tersebut wajib menjalani proses pematangan setidaknya selama 15 bulan.(dwi)

Baca juga:

Lindungi Sampanye, Belgia Hancurkan Bir AS

#Sampanye #Kuliner #Prancis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Olahraga
Ismaëlo Ganiou: Tembok Kokoh RC Lens yang Siap Diboyong Zinedine Zidane ke Timnas Prancis
Karier Ismaëlo Ganiou makin meroket sebagai bek andalan RC Lens. Tampil gacor di Liga Champions, mampukah ia tembus skuad Timnas Prancis racikan Zinédine Zidane? Simak profilnya
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Ismaëlo Ganiou: Tembok Kokoh RC Lens yang Siap Diboyong Zinedine Zidane ke Timnas Prancis
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Dunia
Dua Maling Lukisan Renoir masih Buron, Diduga Kebingungan Jual Hasil Curian
Kantor wali kota menyatakan segala upaya yang memungkinkan sedang dilakukan untuk menemukan para pencuri dan memulihkan kedua lukisan yang hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Dua Maling Lukisan Renoir masih Buron, Diduga Kebingungan Jual Hasil Curian
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Olahraga
Daftar Top Skor Piala Dunia FIFA 2026 Terbaru: Mbappe Teratas, Messi Bidik Hattrick di Final
Daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia FIFA 2026 terbaru. Kylian Mbappe memimpin dengan 10 gol, Lionel Messi masih berpeluang merebut Golden Boot pada laga final melawan Spanyol
ImanK - Minggu, 19 Juli 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia FIFA 2026 Terbaru: Mbappe Teratas, Messi Bidik Hattrick di Final
Bagikan