Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat

ilustrasi kopi.(Foto: Pexel/Arda Kaykısız)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – KOPI kini jadi bagian dari gaya hidup sehat. Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.

Marketing Executive of Emilia Group, Clarisa Riana Mukhlis, mengatakan ada perubahan kebiasaan masyarakat hari kini. Mereka memilih kopi sebagai minuman pertama untuk memulai hari.

"Kenapa kopi? Karena kopi sebenarnya juga punya banyak manfaat. Selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, kafein justru baik untuk tubuh. Selain itu, kopi juga sudah menjadi top of mind masyarakat. Pagi hari orang lebih memilih minum kopi ketimbang jus," ujar Clarisa saat ditemui di GBK, Minggu (2/8).

Clarisa menyebutkan pola hidup selaras dengan pola konsumsi. Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada hiburan dan party lifestyle, kini masyarakat mulai beralih ke pola hidup yang lebih sehat dan sadar akan apa yang mereka konsumsi.

"Menurut kami, ini tren yang positif. Sekarang orang mulai bergeser ke gaya hidup wellness sehingga kami juga mengikuti perubahan tersebut, salah satunya merumuskan menu kopi itu sendiri," katanya.

Baca juga:

Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Kopi Premium Perpaduan Gayo dan Temanggung

Clarisa mengatakan Emilia Caffe mengonsepkan menu kopi sehat mereka dari pemilihan biji kopi. Pihaknya menggunkan Arabika yang dikenal lebih ramah di lambung banyak orang. Menurut Clarisa, Arabika punya rasa yang lebih ringan, kadar keasaman yang lebih bersahabat, tentunya tidak membuat lambung sakit.

"Untuk menu wellness, kami menggunakan kopi Arabika. Rasanya lebih ringan, tidak terlalu berat di lambung, dan tingkat keasamannya juga lebih nyaman," ujarnya.

Kopi Baik bagi Kesehatan Mental

Sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

Berdasarkan studi Coffee's Impact on Health and Well-Being yang dipublikasikan di PubMed Central, kandungan antioksidan seperti polifenol dan kafein pada kopi berpotensi membantu mengurangi gejala depresi. Selain itu, kopi juga diduga mampu menekan peradangan serta memengaruhi mikrobiota usus yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Penelitian tersebut menemukan orang yang rutin mengonsumsi minuman kaya polifenol, seperti kopi dan teh, cenderung memiliki tingkat stres dan gejala depresi yang lebih rendah.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya diperoleh bila kopi dikonsumsi dalam batas yang wajar. Konsumsi kafein secara berlebihan justru dapat memicu kecemasan, jantung berdebar, gelisah, tremor, hingga serangan panik pada sebagian orang.(Tka)

Baca juga:

Meracik Kopi, Melawan Stigma, Kisah Kartini di Roemah Koffie

#Kopi #Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Bagikan