Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih

Kemnaker Kaji Opsi WFH bagi Pekerja Swasta Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan abu vulkanis bukan sekadar membuat kendaraan, jalan, atau halaman rumah terlihat kotor. Partikel yang terbawa dari letusan gunung juga dapat menempel pada rambut, kulit, pakaian, sepatu, hingga berbagai benda yang kemudian dibawa masuk ke dalam rumah.

Karena itu, ketika pulang setelah berada di tengah hujan abu vulkanis, membersihkan diri dan mengganti pakaian bukan hanya soal menjaga kebersihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan abu terhadap tubuh sekaligus mencegah partikel menyebar ke lingkungan rumah.

Abu vulkanis memiliki karakter berbeda dari debu biasa. Material ini dapat bersifat kasar dan abrasif, sementara sebagian abu dapat mengandung partikel sangat halus, termasuk silika kristalin.

Paparan abu dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. CDC juga menyebut abu vulkanis sebagai material yang dapat menggores permukaan mata dan berpotensi mengganggu sistem pernapasan.

Abu Vulkanis Bisa Menempel di Tubuh dan Pakaian

Saat berada di luar ruangan ketika abu turun, partikel tersebut tidak hanya dapat masuk melalui hidung atau mulut. Sebagiannya juga dapat menempel pada permukaan tubuh dan pakaian.

Rambut, misalnya, dapat menjadi tempat berkumpulnya partikel abu. Begitu pula bagian pakaian yang terbuka, seperti lengan, kerah, celana, dan sepatu.

Jika pakaian tersebut langsung digunakan untuk duduk di sofa, berbaring di tempat tidur, atau beraktivitas di dalam rumah, abu yang menempel berpotensi berpindah ke berbagai permukaan.

Masalahnya, partikel yang menempel pada pakaian belum tentu langsung terlihat. Sebagian abu berukuran sangat kecil sehingga dapat terlepas kembali ke udara ketika pakaian digerakkan, ditepuk, atau dilepas secara sembarangan.

Karena itu, setelah sampai di rumah, pakaian yang digunakan ketika berada di luar sebaiknya segera dilepas dan dipisahkan dari pakaian bersih. Tubuh juga perlu dibersihkan untuk menghilangkan partikel yang masih menempel pada kulit dan rambut.

Baca juga:

Langkah Untuk Menghindari Paparan Abu Vulkanik, Sesak Napas dan Gatal Gatal Segera ke Puskesmas

Bukan Sekadar Membuat Kulit Terasa Kotor

Paparan abu vulkanis dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Menurut CDC, menghirup abu dan gas vulkanis dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan.

Pada paparan tertentu, seseorang dapat mengalami batuk, gangguan pernapasan, sakit kepala, hingga kesulitan bernapas. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan juga lebih berisiko mengalami masalah akibat paparan tersebut.

Abu juga dapat mengiritasi kulit. Membiarkan pakaian yang sudah dipenuhi abu tetap melekat di tubuh selama berjam-jam berarti memperpanjang waktu kontak antara kulit dan partikel tersebut.

Membersihkan diri setelah pulang menjadi cara sederhana untuk memutus paparan. Kulit dan rambut dapat dibersihkan, sementara pakaian yang terkena abu dapat dicuci sebelum kembali digunakan.

Mengapa Pakaian yang Terpapar Abu Harus Segera Dilepas?

Pakaian yang digunakan saat berada di luar ruangan dapat menjadi pembawa abu masuk ke dalam rumah.

Bayangkan seseorang pulang setelah berkendara ketika abu sedang turun. Tanpa mengganti pakaian, ia kemudian duduk di sofa, bersandar di tempat tidur, atau memeluk anggota keluarga.

Abu yang menempel pada pakaian berpotensi berpindah ke permukaan benda-benda tersebut. Karena itu, mengganti pakaian setelah berada di lingkungan yang terkena abu bukan sekadar membuat tubuh kembali nyaman.

Langkah ini juga membantu mengurangi kemungkinan abu tersebar ke dalam ruangan.

CDC menyarankan agar paparan terhadap abu diminimalkan dan kulit ditutupi untuk menghindari iritasi. Ketika seseorang sudah terpapar, membersihkan diri dan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi paparan lanjutan.

Baca juga:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif

Pakaian yang penuh abu sebaiknya tidak dikibaskan keras-keras di dalam rumah. Gerakan tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan kemudian terhirup.

Lebih baik lepaskan pakaian dengan hati-hati, jauhkan dari area tempat keluarga beraktivitas, kemudian cuci sebelum digunakan kembali.

Sepatu atau barang yang digunakan di luar rumah juga sebaiknya dibersihkan sebelum dibawa lebih jauh ke dalam rumah.

Prinsipnya sederhana: jangan membawa abu dari luar ke dalam rumah.

Mandi, Cuci Rambut, dan Ganti Pakaian

Sesampainya di rumah, langkah yang dapat dilakukan adalah mengganti pakaian yang digunakan ketika berada di luar, kemudian membersihkan tubuh dan rambut.

Pakaian yang terpapar abu sebaiknya dicuci dan tidak dicampur dengan pakaian bersih.

Mandi membantu menghilangkan partikel yang menempel pada kulit. Rambut juga perlu diperhatikan karena abu dapat tertahan di antara helai rambut dan kemudian jatuh ke bantal atau tempat tidur.

Untuk mata, hindari menggosoknya jika terasa kemasukan abu. Partikel abu yang kasar dapat mengiritasi bahkan menggores permukaan mata.

Jika mata terkena abu, bersihkan dengan air dan cari bantuan medis apabila iritasi atau gangguan penglihatan berlanjut. (Feb)

#Abu Vulkanis #Erupsi Anak Krakatau #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalan licin. Simak 6 tips aman berkendara motor saat terjadi paparan abu.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Tim SAR mengerahkan helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Indonesia
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Pencarian lima wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga. Tim SAR memperhitungkan arah angin, arus, gelombang, dan cuaca.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Indonesia
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
perluasan penyisiran ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut masih dalam kondisi siaga.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Fotografernya Hilang Liputan Erupsi Anak Krakatau, 3 Media Bentuk Posko Bersama
Lima pewarta foto hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA, iNews, dan merdeka.com dirikan posko siaga media bersama.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Fotografernya Hilang Liputan Erupsi Anak Krakatau, 3 Media Bentuk Posko Bersama
Indonesia
5 Jurnalis Hilang Kontak, SAR Banten Kerahkan Drone Termal Dalam Pencarian
Pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
5 Jurnalis Hilang Kontak, SAR Banten Kerahkan Drone Termal Dalam Pencarian
Bagikan