Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini

Polisi Bagikan Masker Gratis kepada Pengendara Motor Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanis menyebar ke sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian bagi pengendara sepeda motor, terutama ketika abu turun bersamaan dengan asap atau kualitas udara yang kurang baik.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak, menunda perjalanan menjadi pilihan paling aman. Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata. Namun, apabila perjalanan dengan sepeda motor tidak dapat ditunda, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman selama berada di jalan.

1. Gunakan Masker dan Pelindung Mata

Masker menjadi perlengkapan penting ketika berkendara di tengah paparan abu vulkanis. Kemenkes merekomendasikan penggunaan masker seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau jenis yang setara.

Jika jenis masker tersebut belum tersedia, masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara.

Selain masker, pengendara sebaiknya menggunakan kacamata pelindung atau goggles. Abu vulkanis dapat mengiritasi mata sehingga sebisa mungkin mata tidak terpapar secara langsung.

Helm dengan visor tertutup juga dapat memberikan perlindungan tambahan dari abu dan asap. Pastikan visor dalam kondisi bersih agar tidak mengganggu pandangan selama berkendara.

Baca juga:

Ini Tipe Masker Yang Direkomendasikan Hindari Paparan Abu Vulkanik

2. Jangan Memaksakan Diri Saat Jarak Pandang Menurun

Abu dan asap yang pekat dapat mengurangi jarak pandang pengendara. Kondisi ini menjadi semakin berisiko ketika harus berbagi jalan dengan kendaraan lain.

Jika pandangan mulai terganggu, segera kurangi kecepatan. Hindari manuver mendadak dan jangan memaksakan perjalanan hanya karena jarak menuju tujuan sudah dekat.

Apabila kondisi semakin buruk, cari tempat yang aman untuk berhenti. Tunggu hingga situasi memungkinkan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Baca juga:

Hujan Abu Melanda? Ini Pilihan Pakaian dan Skincare Tepat untuk Melindungi Kulit dari Abu Vulkanik

3. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak

Abu yang menempel di permukaan jalan dapat membuat aspal menjadi licin, terutama ketika bercampur dengan air hujan.

Kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan dan meningkatkan risiko motor tergelincir.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa jalan yang tertutup abu dapat menjadi licin, sementara jarak pandang pengendara berpotensi berkurang. Karena itu, jika memang harus berkendara, pengendara dianjurkan melaju secara perlahan.

Jaga pula jarak yang lebih aman dengan kendaraan di depan. Jarak yang lebih panjang memberikan waktu tambahan untuk melakukan pengereman jika kendaraan di depan berhenti secara tiba-tiba.

Baca juga:

Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang

4. Hindari Pengereman dan Manuver Mendadak

Ketika permukaan jalan tertutup abu, pengereman mendadak dapat meningkatkan risiko ban kehilangan traksi.

Karena itu, usahakan mengendalikan sepeda motor dengan gerakan yang halus. Hindari menikung secara agresif, melakukan akselerasi secara tiba-tiba, maupun berpindah jalur mendadak.

Perhatikan pula kondisi kendaraan lain di sekitar. Pengendara lain juga mungkin mengalami keterbatasan jarak pandang akibat paparan abu dan asap.

Baca juga:

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif

5. Pantau Informasi Sebelum Berangkat

Sebelum keluar rumah, periksa informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, arah pergerakan abu, kualitas udara, hingga kondisi lalu lintas.

Kemenkes meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti informasi dari lembaga resmi, seperti PVMBG, BMKG, BNPB, dan BPBD.

Jika informasi menunjukkan kualitas udara sedang buruk atau wilayah yang akan dilewati mengalami paparan abu cukup tebal, pertimbangkan kembali apakah perjalanan memang perlu dilakukan.

Jika tidak mendesak, menunda perjalanan tetap menjadi pilihan yang lebih aman.

Baca juga:

Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih

6. Bersihkan Motor dengan Cara yang Tepat

Setelah perjalanan, abu yang menempel pada bodi motor sebaiknya tidak langsung digosok dalam kondisi kering.

Partikel abu yang bersifat abrasif dapat membuat permukaan kendaraan tergores. Karena itu, bilas terlebih dahulu bagian yang terkena abu menggunakan air, kemudian bersihkan secara perlahan.

Periksa pula bagian filter udara, rem, ban, serta komponen lain yang mungkin terkena endapan abu.

Tak hanya kendaraan, tubuh dan pakaian juga perlu diperhatikan. Setelah tiba di rumah, segera bersihkan tubuh dan ganti pakaian yang digunakan selama berada di luar.

Kemenkes menyarankan langkah tersebut untuk mengurangi paparan abu yang menempel pada tubuh maupun pakaian. (Far)

#Erupsi Anak Krakatau #Abu Vulkanis #Tips
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalan licin. Simak 6 tips aman berkendara motor saat terjadi paparan abu.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Tim SAR mengerahkan helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Indonesia
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Pencarian lima wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga. Tim SAR memperhitungkan arah angin, arus, gelombang, dan cuaca.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Indonesia
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
perluasan penyisiran ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut masih dalam kondisi siaga.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Fotografernya Hilang Liputan Erupsi Anak Krakatau, 3 Media Bentuk Posko Bersama
Lima pewarta foto hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau. ANTARA, iNews, dan merdeka.com dirikan posko siaga media bersama.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Fotografernya Hilang Liputan Erupsi Anak Krakatau, 3 Media Bentuk Posko Bersama
Indonesia
5 Jurnalis Hilang Kontak, SAR Banten Kerahkan Drone Termal Dalam Pencarian
Pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
5 Jurnalis Hilang Kontak, SAR Banten Kerahkan Drone Termal Dalam Pencarian
Berita
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Tim SAR masih mencari 5 jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
ImanK - Selasa, 08 September 2026
Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Menuju Gunung Anak Krakatau
Bagikan