MerahPutih.com - Beredar informasi di media sosial, bawa sejumlah daerah di pesisir Lampung dan Banten darurat terjadi tsunami imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Informasi ini beredar dari akun Facebook “R Morris Sihotang” pada Minggu (6/9). Unggahan itu menampilkan erupsi gunung berapi dengan klaim sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung, yang berada dalam kondisi “darurat tsunami” menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga:
NARASI
Unggahan tersebut disertai narasi:
“Darurat Tsunami
- Pesisir Lampung
- Anyer
- Padeglang
- Kota Serang
- Kepulauan di Selat Sunda
Gunung Anak Karakatau meletus.”
Kemudian, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 600 tanda suka, menuai sekitar 180 komentar, dan telah dibagikan ulang 40 kali oleh pengguna Facebook lainnya.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
FAKTA
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi gunung Anak Krakatau” ke mesin pencarian Google.
Rekomendasi PVMBG tidak menyebutkan adanya kondisi “darurat tsunami” di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Melalui rekomendasinya, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.
Masyarakat juga dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat.
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar
Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kemudian, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.
KESIMPULAN
Jadi, unggahan berisi klaim “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau” adalah konten yang menyesatkan. (knu)