[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?

Unggahan soal tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. Turn Back Hoax

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar informasi di media sosial, bawa sejumlah daerah di pesisir Lampung dan Banten darurat terjadi tsunami imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Informasi ini beredar dari akun Facebook “R Morris Sihotang” pada Minggu (6/9). Unggahan itu menampilkan erupsi gunung berapi dengan klaim sejumlah wilayah pesisir Banten dan Lampung, yang berada dalam kondisi “darurat tsunami” menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA ]: Pemerintah Enggan Keluarkan Anggaran untuk Tangani Karhutla Kalimantan karena Efisiensi

NARASI

Unggahan tersebut disertai narasi:

“Darurat Tsunami

- Pesisir Lampung

- Anyer

- Padeglang

- Kota Serang

- Kepulauan di Selat Sunda

Gunung Anak Karakatau meletus.”

Kemudian, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 600 tanda suka, menuai sekitar 180 komentar, dan telah dibagikan ulang 40 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun

FAKTA

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi gunung Anak Krakatau” ke mesin pencarian Google.

Rekomendasi PVMBG tidak menyebutkan adanya kondisi “darurat tsunami” di wilayah pesisir Banten dan Lampung.

Melalui rekomendasinya, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.

Masyarakat juga dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan BPBD setempat.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Pulau Menjangan Kecil di Karimunjawa Dijual Rp 500 Miliar

Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kemudian, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.

KESIMPULAN

Jadi, unggahan berisi klaim “darurat tsunami di pesisir Banten dan Lampung akibat erupsi Gunung Anak Krakatau” adalah konten yang menyesatkan. (knu)

#Erupsi Anak Krakatau #Tsunami #Hoax Atau Fakta #Berita Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Komdigi membantah kabar adanya pemadaman internet nasional pada 25-27 September 2026. Kabar tersebut dipastikan hoax.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Hoaks! Komdigi Bantah Kabar Pemadaman Internet Nasional 25-27 September 2026
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Abu vulkanis Gunung Anak Krakatau dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalan licin. Simak 6 tips aman berkendara motor saat terjadi paparan abu.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Abu Anak Krakatau Mulai Ganggu Jalan, Jangan Asal Naik Motor Sebelum Tahu 6 Tips Ini
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Tim SAR mengerahkan helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang di Perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Diperkuat, Helikopter Dikerahkan dari Udara
Indonesia
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Pencarian lima wartawan yang hilang di perairan Selat Sunda memasuki hari ketiga. Tim SAR memperhitungkan arah angin, arus, gelombang, dan cuaca.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Tim SAR Perluas Pencarian Lima Wartawan Hilang, Arah Angin hingga Gelombang Jadi Pertimbangan
Indonesia
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
perluasan penyisiran ini dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat dinamika aktivitas vulkanik serta cuaca di sekitar perairan tersebut masih dalam kondisi siaga.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Helikopter dan Drone Dikerahkan Mencari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Perairan Gunung Anak Krakatau
Bagikan