Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami

Arsip - Gunung Anak Krakatau. Foto: Badan Geologi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Erupsi yang terjadi belakangan ini memicu dinamika geologi pertumbuhan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Laju pembentukan morfologi tubuh gunung itu terbilang sangat pesat pasca-erupsi awal September 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi tinggi fisik gunung api muda itu kini telah mencapai ketinggian 150 meter di atas permukaan laut.

Situasi itu sempat memicu kekhawatiran publik, mengingat sejarah keruntuhan lereng (flank collapse) yang pernah memicu gelombang tsunami dahsyat di kawasan pesisir Banten dan Lampung.

Baca juga:

Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak

Namun, Kepala PVMBG, Rita Susilawati, menegaskan penambahan volume serta tinggi tubuh Anak Krakatau murni merupakan proses pembentukan struktur gunung api muda yang normal dan hingga kini masih berada dalam batas kategori aman.

Potensi erupsi masih ada, tetapi jangan terlalu dikhawatirkan karena ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Anak Krakatau yang merupakan gunung api muda yang sedang membentuk tubuhnya,

Kepala PVMBG Rita Susilawati, Kamis (17/9).

Tinggi dan Kemiringan Lereng Landai Masih Aman Tidak Memicu Tsunami

Rita menjelaskan akselerasi fisik Ana Krakatau itu dipicu laju akumulasi material vulkanik yang melimpah, akibat kombinasi perubahan arah subduksi lempeng tektonik regional, arsitektur saluran magma yang sudah terbuka lebar, serta sifat magma berviskositas rendah yang sangat encer dan bersuhu tinggi.

Menurut dia, hasil evaluasi teknis menunjukkan profil ketinggian dan sudut kemiringan lereng (slope) masih dalam batas aman.

Dia menjelaskan karakteristik morfologi fisik saat ini belum memiliki beban kritis yang sanggup menciptakan efek dorongan gelombang bahaya ke arah daratan.

Jadi sekali lagi, saat ini kalau terjadi runtuhan itu tidak akan menyebabkan tsunami,

Kepala PVMBG Rita Susilawati

Baca juga:

Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi StrombolianT

PVMBG Pantau Anak Krakatau 24 Jam

Meski demikian, PVMBG memnita masyarakat selalu memantau pemutakhiran data mitigasi resmi dari lembaga pemerintah dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan.

PVMBG juga memastikan terus melakukan pemantauan ketat dan berkelanjutan selama 24 jam guna mengantisipasi setiap dinamika aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, karena tubuhnya sekarang ketinggiannya masih sekitar 150-an meter dan slope-nya juga masih landai," tandas Rita. (*)

#Tsunami #Gunung Anak Krakatau #Erupsi Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Indonesia
Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang di Area Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Sisir 3 Pulau
Penyisiran darat dilakukan di Pesisir Perairan Pantai Carita sampai Pantai Anyar, kemudian di Pulau Sertung, Rakata Besar, Pulau Panjang.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Hari Ketujuh Pencarian Jurnalis Hilang di Area Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Sisir 3 Pulau
Indonesia
Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung hingga Terpal
Tim SAR menemukan pelampung hingga terpal saat mencari lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung hingga Terpal
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Memasuki Hari Keenam, SAR Fokus di Perairan Selatan GAK
Delapan kapal dikerahkan khusus untuk menyisir sektor X, perairan selatan Gunung Anak Krakatau (GAK) yakni KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Frengky Aruan - Minggu, 13 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Memasuki Hari Keenam, SAR Fokus di Perairan Selatan GAK
Indonesia
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Nezar menjelaskan informasi dari operator seluler mengenai aktivitas jaringan telah diteruskan kepada tim SAR untuk diproses dan menjadi salah satu bahan dalam upaya menentukan lokasi terakhir
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Indonesia
Pencarian Jurnalis Hilang Difokuskan di Area Krakatau besar Krakatau Kecil
Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk mendukung operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pencarian Jurnalis Hilang Difokuskan di Area Krakatau besar Krakatau Kecil
Indonesia
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Karakter aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mengalami perubahan. Setelah fase erupsi menerus berakhir, gunung api tersebut kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Bagikan