MerahPutih.com- Pencarian hari kedelapan 8 orang terdiri dari 5 Jurnalis, kapten dan anak buah, serta pemandu yang hilang saat meliput Erupsi Gunung Anak Krakatau serta tetap dioptimalkan dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan potensi SAR lainnya.
Tim SAR gabungan mengantisipasi kemungkinan lima jurnalis, dua kru kapal, dan seorang guide yang hilang bersama speedboat Arupadhatu 1 terbawa arus laut hingga wilayah yang lebih jauh. Namun, pemantauan juga dikoordinasikan hingga wilayah barat Pulau Sumatra, pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan korban maupun material kapal akibat arus laut.
Area baru kita tidak ada, masih fokus di area selama ini, tetapi kita sudah mapel dan dibantu oleh Kantor SAR Bengkulu sudah di-cover oleh mereka untuk wilayah sana,
ujar Rizky.
Baca juga:
Menurut Rizky, koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dilakukan agar wilayah yang berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban atau material dari Arupadhatu 1 tetap mendapatkan pemantauan. Selain pencarian di laut, penyisiran darat juga masih dilakukan dari wilayah Carita hingga Anyer.
Tim memeriksa sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi pendaratan darurat apabila korban maupun material dari kapal terbawa arus hingga ke pesisir.
Untuk penyisiran darat masih dilakukan, dari Carita sampai Pantai Anyer. Pencarian dan penyisiran masih sama, karena untuk berbagai kemungkinan di pulau yang akan sandar darurat sudah kita lakukan pengecekan,
kata Rizky.
Sementara itu, pencarian melalui udara sebelumnya telah dilakukan di sejumlah wilayah. Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Operasi pencarian juga masih menghadapi tantangan kondisi cuaca. Wilayah pencarian diperkirakan mengalami cuaca berawan tebal dengan angin dari arah tenggara mencapai 10 hingga 20 knot. Adapun tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 3,5 meter.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim SAR dalam melakukan penyisiran, terutama untuk menjaga keselamatan personel dan awak kapal yang terlibat dalam operasi.
Total terdapat 647 personel yang terlibat dalam operasi pencarian hari kedelapan. Personel matra laut ada 325 orang, kemudian yang ada di posko atau di darat sebanyak 322 orang. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan sekitar 20 kapal yang menyisir sejumlah sektor di perairan Selat Sunda.