MerahPutih.com - Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu fokus penyisiran darat di sepanjang pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, guna melacak keberadaan kapal beserta delapan penumpang yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda.
Kepada media, Rabu (16/9), Kepala Kantor Basarnas Bengkulu, Muslikun Sodik, memberikan rincian perkembangan perburuan korban di Kota Bengkulu.
Operasi pencarian menyasar koridor dari Dermaga Malakoni hingga kawasan Banjarsari di Pulau Enggano sebagai respons cepat atas dugaan terseretnya material kapal oleh arus laut menuju perairan barat Sumatera.
Guna memperluas daya jangkau pencarian di perairan lepas, tim gabungan juga menyiagakan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas yang diangkut menggunakan Kapal Motor Pulo Tello menuju Pulau Enggano.
Baca juga:
Hari Ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal
Sampel DNA Temuan Jasad Dikirim ke Pusdokkes
Sementara itu, Polda Bengkulu telah mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano ke Pusat Kedokteran dan dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
Mayat tanpa identitas itu mengapung di kawasan Pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9) lalu.
Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Imam Wijayanto, Rabu (16/9).
Menurut Iman, proses autopsi mendalam kini tengah berjalan ketat guna memastikan apakah struktur genetik jasad tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan lima insan pers dan tiga awak kapal yang dinyatakan hilang.
Baca juga:
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Jasad Dipastikan Bukan Warga Lokal
Hasil penyelidikan awal penyidik kepolisian telah memastikan jasad misterius yang ditemukan tersebut bukanlah bagian dari warga lokal atau penduduk asli Pulau Enggano.
"Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali," tandasnya.
Proses evakuasi jasad tanpa identitas itu dilakukan secara ekstra cepat menggunakan armada pesawat Susi Air yang bertolak dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) pukul 07.58 WIB. (*)