MerahPutih.com - Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu mengevakuasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Memang benar ada penemuan mayat tanpa identitas di pesisir pantai di Kabupaten Mukomuko dan saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko,
kata Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik di Kota Bengkulu, Kamis (24/9).
Tim evakuasi melibatkan tim rescue dari Pos SAR Mukomuko, TNI, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah dan masyarakat setempat. Evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat perihal penemuan mayat pada Kamis (24/9) pukul 08.20 WIB.
Baca juga:
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Sabtu (12/9) dua pekan lalu, terdapat penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Kawasan pantai Kabupaten Mukomuko sendiri berjarak sekitar 350 kilometer atau 190 mil laut ke arah utara dari Pulau Enggano.
Jasad di Pulau Enggano Dipastikan Kru Kapal Jurnalis Hilang
Hasil pencocokan DNA dan sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano itu identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60), kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Senin (7/9).
Kini jasad korban telah diterbangkan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, untuk menuju rumah duka di wilayah Pandeglang sebelum dilakukan pemakaman.
KM Arupadatu I total membawa delapan orang, terdiri dari dua awak dan satu pemandu, serta lima jurnalis foto. Kelima jurnalis itu Yudistiro Pranoto dari iNews, Donal Husni (jurnalis lepas), Arie Basuki dari Merdeka.com, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN Antara.
Baca juga:
Mayat di Pulau Enggano Kru Kapal Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Operasi SAR Dibuka Lagi?
Desakan Operasi SAR Pencarian Jurnalis Dibuka Kembali
Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Dwi Pambudo, menegaskan penemuan jasad Sukarman menjadi bukti konkret pertama sejak rombongan Arupadhatu I dinyatakan hilang.
Menurut dia, temuan ini menjadi dasar penting untuk kembali mengaktifkan operasi SAR gabungan yang sebelumnya dihentikan Basarnas pada hari ke-10 pencarian, yakni 17 September 2026.
PFI juga mengingatkan komitmen otoritas SAR yang menyatakan operasi pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban.
Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas lainnya,
Ketum PFI Pusat Dwi Pambudo