MERAHPUTIH.COM — TRAGEDI tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan Selatan pada 13 September 2026 kembali menyoroti persoalan keselamatan transportasi laut. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Surahman Hidayat meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pencarian korban, tetapi juga mengevaluasi sistem pengawasan keselamatan kapal.
Menurut Surahman, kecelakaan yang menimpa kapal dengan ratusan penumpang tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola keselamatan pelayaran. Pengawasan terhadap pemenuhan standar keselamatan, kata dia, perlu dilakukan secara konsisten untuk mencegah kejadian serupa.
“Negara wajib hadir dengan langkah nyata, bukan sekadar respons darurat, melainkan juga pencegahan jangka panjang melalui regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang konsisten,” ujar Surahman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/9).
KMP Virgo Transport 8 tenggelam pada 13 September 2026 dengan total 243 orang berada di dalam kapal. Peristiwa tersebut kemudian memicu operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan berbagai unsur. Dalam perkembangan terakhir, 127 orang ditemukan, sedangkan 116 lainnya masih dalam pencarian.
Baca juga:
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Operasi SAR terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, relawan, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Surahman menilai besarnya skala operasi pencarian menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi kecelakaan transportasi laut. Ia meminta koordinasi antarinstansi diperkuat sehingga penanganan ketika terjadi keadaan darurat dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,” tegasnya.
Selain persoalan pencegahan, Surahman meminta pemerintah memastikan keluarga korban memperoleh penanganan yang layak. Menurut dia, negara perlu memberikan kepastian informasi serta memastikan bantuan dan santunan dapat diterima keluarga korban tanpa terbebani prosedur birokrasi.
“Bantuan dan santunan bagi keluarga korban segera diberikan tanpa hambatan birokrasi, sehingga mereka merasakan kehadiran negara di saat paling sulit,” katanya.
Surahman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang masih bekerja dalam operasi pencarian korban. Basarnas, TNI, Polri, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat lokal disebut terus berupaya di tengah tantangan cuaca dan kondisi laut.
Tragedi KMP Virgo Transport 8 pun dinilai tidak boleh berhenti pada penanganan pascakecelakaan. Evaluasi terhadap standar keselamatan, pengawasan kapal, kesiapsiagaan, serta koordinasi dalam keadaan darurat dinilai perlu dilakukan agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.(knu)
Baca juga:
Penyelam Pencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Punya Waktu Terbatas, Hanya Saat Arus Mulai Teduh