MERAHPUTIH.COM - BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab jenazah Surakman, 60, ABK rombongan jurnalis yang hilang di Gunung Anak Krakatau, bisa ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Padahal, jarak antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Enggano sekitar 350 km.
Kepala BMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati mengatakan arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat. Kecepatan arus disebut mencapai 1,5 m/s atau sekitar 5,4 km/jam.
"Sesuai dengan informasi cuaca yang BMKG berikan sebagai dukungan operasi SAR mulai 10 September 2026, memang arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang secara konsisten hingga akhir masa operasi mengarah ke barat dengan kecepatan maksimum mencapai 1,5 m/s," ucap Ana kepada wartawan, Kamis (24/9).
Jika sudah masuk ke perairan Samudra Hindia, jenazah akan terbawa ke arah perairan Bengkulu.
"Sehingga ada indikasi kuat jenazah terbawa arus kuat keluar dari Selat Sunda dan terdampar di Pulau Enggano, Bengkulu," katanya.
Baca juga:
Jika ditarik garis lurus antara Pulau Enggano dan Pulau Sebesi, jarak yang terlihat di Google Earth yakni sekitar 345,05 kilometer.
Lima jurnalis serta tiga kru kapal hilang saat hendak menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Pada Sabtu (12/9), ada penemuan jasad tak dikenal di Pulau Enggano, Bengkulu.
Mayat itu kemudian dievakuasi dan polisi melakukan tes DNA terhadap mayat tersebut. Sementara itu, proses pencarian terhadap delapan orang tersebut sudah dihentikan.(knu)
Baca juga: