Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan

Jurnalis yang Hilang Selat Sunda. Foto: Dok. media sosial

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - RISIKO keselamatan menjadi perhatian Dewan Pers setelah lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9).

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan peristiwa tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi jurnalis untuk memperoleh informasi maupun dokumentasi langsung dari lokasi kejadian. Menurut Komaruddin, hasil liputan yang dinikmati masyarakat sering kali tidak menggambarkan proses panjang serta risiko yang harus dihadapi wartawan dan fotografer di lapangan.


“Ketika ini terjadi musibah, kita baru tersadar betapa mahalnya, beratnya untuk mencari mendapatkan gambar terbaik,” kata Komaruddin di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (22/9).


Lima jurnalis yang hilang tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.


Komaruddin menilai aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.

Baca juga:

Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda


Ia mengimbau jurnalis yang akan melakukan peliputan di wilayah berisiko untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan petugas maupun pihak berwenang di lokasi.

“Kalau kawan-kawan ingin mengadakan suatu liputan pada daerah-daerah yang dianggap berbahaya, hendaknya berkoordinasi dengan pejabat petugas setempat,” ujarnya.


Selain mengingatkan kesiapan wartawan di lapangan, Komaruddin juga menekankan tanggung jawab perusahaan pers terhadap keselamatan dan kondisi keluarga jurnalis. Menurut dia, perusahaan pers perlu memberikan perhatian khusus apabila seorang wartawan mengalami musibah ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Kalau ada musibah seperti ini tentunya kawan-kawan perusahaan, pimpinannya hendaknya memberikan perhatian spesial pada keluarga yang ditinggal.

Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Komaruddin juga mengingatkan ancaman terhadap jurnalis tidak hanya muncul dari faktor alam. Dalam menjalankan tugas, wartawan juga dapat menghadapi kekerasan, intimidasi, hingga tindakan yang menghambat proses peliputan. Oleh karena itu, menurutnya, keselamatan jurnalis harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan kebebasan pers. Kebebasan tersebut dinilai penting agar media tetap mampu menghadirkan informasi berdasarkan fakta dan dokumentasi yang autentik kepada masyarakat.


“Jangan sampai masyarakat itu sekarang disuguhi sampai kenyang dengan berita-berita hoaks yang merupakan berita bohong. Oleh karena itu, mari kita dukung, kita beri kebebasan agar pers itu menyajikan betul-betul gambar berita yang autentik terbaik,” pungkasnya.(knu)

Baca juga:

Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan

#Jurnalis #Jurnalis Anak Krakatau #Dewan Pers
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Aspek keselamatan perlu jadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Berita Foto
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi saat doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Berita Foto
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Jurnalis menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Keluarga melakukan tabur bunga diatas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Makam Jasad di Pulau Enggano Dibongkar, DNA Keluarga Kapal Jurnalis Hilang Dikirim. Hasil Keluar 2 Pekan!
Polda Banten kirim DNA keluarga korban KM Arupadatu I untuk dicocokkan dengan jenazah misterius di Pulau Enggano. Hasil identifikasi diperkirakan keluar dalam dua pekan.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Makam Jasad di Pulau Enggano Dibongkar, DNA Keluarga Kapal Jurnalis Hilang Dikirim. Hasil Keluar 2 Pekan!
Indonesia
Update Pencarian Jurnalis Hilang, Temuan Jasad Pulau Enggano Dipastikan Bukan Warga Lokal
Basarnas Bengkulu sisir pesisir Enggano cari 5 jurnalis hilang di Selat Sunda. Sampel DNA temuan jasad dikirim ke Pusdokkes Mabes Polri. Cek update-nya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Update Pencarian Jurnalis Hilang, Temuan Jasad Pulau Enggano Dipastikan Bukan Warga Lokal
Indonesia
Hari Ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal
Pada hari kesembilan ini, pencarian difokuskan di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Hari Ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Bagikan