MerahPutih.com – Drama pencarian rombongan kapal cepat KM Arupadatu I memasuki babak baru. Kepolisian Daerah (Polda) Banten memastikan proses pencocokan DNA antara keluarga korban dan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu tengah berlangsung.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli A Hutapea menegaskan data antemortem dan sampel DNA keluarga sudah diserahkan ke Polda Bengkulu.
Baca juga:
Update Pencarian Jurnalis Hilang, Temuan Jasad Pulau Enggano Dipastikan Bukan Warga Lokal
Dari total delapan penumpang KM Arupadatu I, enam di antaranya tercatat sebagai warga ber-KTP Banten. Hasil pencocokan DNA jasad pria tanpa identitas dengan sampel keluarga korban diperkirakan keluar dalam waktu dua pekan ke depan.
Saat ini masih proses identifikasi, dan umumnya memakan waktu lebih kurang dua minggu,
Kombes Maruli A Hutapea, di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Kamis (17/9)
Jasad Sempat Dimakamkan Warga Enggano
Jenazah yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia 50 tahun, dengan tinggi badan sekitar 163 cm, mengenakan celana pendek selancar. Dilansir dari Antara, jenazah sempat dimakamkan oleh forkopimcam setempat karena tidak ada warga lokal Pulau Enggano yang merasa kehilangan.
Namun, makam jenazah itu akhirnya dibongkar dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Bengkulu untuk otopsi serta identifikasi postmortem menyusul koordinasi kepolisian lintas wilayah terkait upaya pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda.

Anggota Basarnas Bengkulu saat melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Anggi Mayasari
Baca juga:
Hari ke-10 Pencarian, Area SAR Jurnalis Hilang Diperluas hingga 8.509 Mil Laut Persegi
Menjaga Harapan Keluarga Korban
Per hari ini Kamis 17 September 2026 malam, Tim SAR resmi menghentikan operasi pencarian kapal yang mengangkut lima jurnalis dan tiga awak yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau selama 10 hari.
Meski dihentikan, aparat tetap terus memantau perkembangan di lapangan. Kapolda Banten menekankan pihak kepolisian akan terus menjaga komunikasi dengan keluarga korban.
“Yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan dan informasi. Karena keluarga dan kita semua masih memelihara harapan bahwa saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan,” tandas Kombes Maruli. (*)