MERAHPUTIH.COM - AKSI solidaritas kepedulian atas musibah lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalir. Komunitas pers yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Solo, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar aksi solidaritas bertajuk 'Doa Bersama & Menyalakan Lilin Harapan' di Plaza Balai Kota Solo, Senin (14/9) malam.
“Ini menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan,” ujar Ketua PFI Solo Yoma Times Suryadi di sela-sela aksi, Senin (14/9).
Dia berharap tim Basarnas gabungan hingga kini terus berjibaku menyisir area sekitar melalui armada laut dan udara dapat menemukan mereka. "Mari kita satukan doa, menyalakan harapan, dan terus percaya bahwa mereka akan segera kembali pulang dengan selamat," kata dia.
Yoma menegaskan kerja jurnalis sebagai insan pencari informasi akurat sehingga keputusan dalam melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau sudah menjadi pertimbangan yang matang. "Terlebih mereka berangkat dengan menyewa kapal dan kru kapal dari warga lokal yang paham akan lingkungan. Jadi ini sudah melalui pertimbangan yang matang," tegasnya.
Baca juga:
Hari Ke-7 Masih Nihil, Pemintaan Keluarga Jurnalis dan ABK Hilang di Selat Sunda Dikabulkan
Dalam aksi ini mereka menyalakan lilin harapan dan membawa pesan haru 'Tidak Ada Berita Seharga Nyawa'.
Puluhan pewarta foto, wartawan dari pelbagai media koran, televisi, hingga media online berkumpul menyalakan lilin sebagai simbol kekuatan spiritual serta dukungan moral bagi keluarga korban dan tim SAR di lapangan. Dalam aksi emosional tersebut, para jurnalis membentangkan sejumlah poster berisi untaian doa dan pesan menyentuh hati:
Doa terbaik untuk rekan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di Gunung Anak Krakatau. Tidak ada berita seharga nyawa. Sejauh apa pun ombak membawa pergi, semoga arus doa kami membimbingmu kembali pulang.Tangan kami mungkin tidak dapat menjangkau kalian, tetapi kami terus berjalan beriringan dengan kalian dalam doa.
“Aksi ini sekaligus menjadi refleksi bersama akan tingginya risiko keselamatan yang kerap dihadapi para pencari berita di medan bencana demi menyajikan informasi yang akurat kepada publik,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Hari Ketujuh Pencarian, Basarnas Perpanjang Operasi SAR Jurnalis dan ABK Hilang hingga Tiga Hari