3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya

Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas tiga gunung api di Indonesia yang masih berstatus Level III atau Siaga. Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.

Peringatan ini ditujukan terutama kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana. Pasalnya, ketiga gunung api tersebut masih memiliki potensi ancaman aktivitas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers, Jumat (30/10).

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disampaikan BNPB, hingga Jumat (30/10) pukul 06.00 WIB, ketiga gunung tersebut masih memerlukan perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya vulkanik.

Baca juga:

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Diminta Waspada Guguran Lava dan Awan Panas

Gunung Anak Krakatau: Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Kilometer

Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda menjadi salah satu gunung api yang mendapat perhatian khusus BNPB.

Masyarakat, wisatawan, hingga nelayan diminta tidak mendekati kawasan berbahaya di sekitar gunung tersebut. Potensi ancamannya meliputi aliran lava, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aktivitas erupsi.

Berton menegaskan, larangan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau harus menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda.

Kami juga perlu mengimbau dan merekomendasi masyarakat, wisatawan, maupun pelaut dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau sesuai dengan petunjuk resmi dari BPBD maupun PVMBG,

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton Panjaitan.

Secara khusus, BNPB mengingatkan adanya larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari gunung tersebut.

"Untuk Anak Krakatau, radius tiga kilometer tidak boleh di gunung tersebut," ucapnya.

Baca juga:

Jabar Bersiap Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Sampai Maret 2027

Gunung Merapi Berpotensi Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava

Selain Anak Krakatau, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga masih berstatus Level III atau Siaga.

Potensi bahaya aktivitas vulkanik Merapi meliputi awan panas guguran, guguran lava, serta lontaran material vulkanik.

BNPB turut mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pasalnya, hujan deras dapat memicu aliran lahar hujan di kawasan hulu sungai. Selain itu, awan panas guguran juga berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Ada waspada bahaya lahar hujan di hulu sungai di saat hujan deras serta awan panas guguran yang berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu,

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton Panjaitan.

Sejumlah sungai yang perlu mendapat perhatian meliputi:

  • Sungai Boyong
  • Sungai Bedog
  • Sungai Krasak
  • Sungai Bebeng
  • Sungai Woro
  • Sungai Gendol

Masyarakat di sekitar aliran sungai tersebut diimbau menghindari aktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak guguran material vulkanik maupun aliran lahar, khususnya saat hujan deras.

Baca juga:

Daftar Wilayah yang Merasakan Gempa Gunungkidul Magnitudo 5,4 Malam Ini

Gunung Semeru: Hindari Aktivitas hingga 13 Kilometer di Besuk Kobokan

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berada pada status Level III atau Siaga.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memiliki sejumlah potensi bahaya, mulai dari awan panas guguran, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga lahar hujan.

BNPB meminta masyarakat menghindari kawasan sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer. Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari sempadan sungai.

Untuk Gunung Semeru, kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan. Hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer serta radius 500 meter dari sempadan sungai,

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton Panjaitan..

(Asp)

#Gunung Berapi #Gunung Semeru #Gunung Anak Krakatau #Gunung Merapi #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
BNPB mengimbau masyarakat waspada banjir, angin kencang, dan longsor. Simak daftar wilayah berstatus siaga dan waspada cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
Indonesia
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Hujan lebat mengancam tujuh provinsi di Indonesia. BNPB memperingatkan hujan lebat terjadi hingga 31 Oktober 2026.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras, petir, hingga angin kencang. Hal tersebut dapat terjadi di siang ataupun malam hari.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Indonesia
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
emerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman di sejumlah kawasan gunung.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
Indonesia
Awal Musim Hujan Mundur Hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi Bencana
Selain penanganan karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah dan organisasi atau lembaga nirlaba menyalurkan bantuan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Awal Musim Hujan Mundur Hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi Bencana
Bagikan