MerahPutih.com - Memasuki hari kelima operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperluas wilayah penyisiran melalui jalur laut dan udara terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal Polisi (KP) Sanjaya memfokuskan pencarian jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau melalui pantauan langsung ke pulau-pulau di sekitar area Gunung Krakatau.
Kita memantau langsung di area Krakatau besar Krakatau kecil, dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih delapan jam dengan operasi mobil patroli, di sekitaran tempat yang menjadi fokus pancaran handphone atau radio yang terakhir (dari alat komunikasi rekan-rekan hilang kontak) yang kita terima,
kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat mengikuti langsung pencarian di area Gunung Krakatau, Banten, Sabtu (12/9).
Adapun pemantauan cuaca di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Sertung teduh masih tertutup awan. Namun, PVMBG menyatakan status Gunung Anak Krakatau hari ini masih level siaga III dengan jarak larangan mendekat dalam radius 3 km.
Baca juga:
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main
Kita ke Pulau Sertung dari Pelabuhan Ciwandan, total 81 mil perjalanan selama 8 jam. Kita memantau secara umum, melihat situasi yang ada di sekitar laut, mungkin ada benda-benda atau bekas puing-puing kapal dan lain-lain,
ujarnya. "Termasuk memantau rekan-rekan dari nelayan yang melaksanakan juga kegiatan sehari-harinya untuk bekerja sama menginformasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pencarian," imbuhnya.
Selain itu, Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk mendukung operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Helikopter dengan rute ATS–SAS Pantai Carita–ATS lepas landas dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pada pukul 09.05 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Sabtu mengatakan dukungan udara menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pencarian, terutama untuk menjangkau wilayah yang luas dan melakukan pemantauan dari perspektif yang berbeda.
"Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi," ujarnya.