MerahPutih.com - Tim SAR menghadapi sejumlah faktor alam dalam upaya menemukan lima wartawan yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.
Arah angin, arus laut, gelombang, hingga kondisi cuaca menjadi pertimbangan penting dalam menentukan wilayah penyisiran.
Memasuki hari ketiga pencarian, tim gabungan tidak hanya berpatokan pada posisi terakhir kapal yang membawa para wartawan. Pergerakan unsur pencarian juga disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan untuk memperkirakan kemungkinan lokasi korban.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pencarian dilakukan secara sistematis dengan membagi wilayah operasi berdasarkan sektor dan koordinat.
“Pencarian dilakukan secara sistematis berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca, dan perkembangan informasi di lapangan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Menurut dia, pertimbangan terhadap kondisi alam diperlukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus memastikan wilayah yang telah ditetapkan dapat disisir secara menyeluruh.
Baca juga:
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Polri dan Basarnas Kerahkan Sejumlah Kapal
Dalam operasi tersebut, Polri mengerahkan KP Sanjaya-7017 untuk mendukung penyisiran.
Kapal itu membawa unsur gabungan yang terdiri dari awak kapal, personel Ditpolairud Polda Banten, Basarnas, serta awak media.
Pencarian juga diperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas. Sejumlah personel Ditpolairud Polda Banten ditempatkan di kapal tersebut untuk mendukung operasi di sektor lainnya.
Trunoyudo mengatakan pembagian kekuatan ke sejumlah unsur pencarian dilakukan agar penyisiran tidak terpusat pada satu titik.
“Pembagian sektor dilakukan guna memastikan wilayah pencarian dapat disisir secara sistematis, maksimal, dan mengurangi kemungkinan adanya area yang terlewat,” katanya.
Hingga hari ketiga, tim SAR masih melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk menemukan lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak.
Perkembangan kondisi cuaca dan dinamika laut menjadi salah satu faktor yang terus dipantau selama operasi berlangsung. (Knu)