MERAHPUTIH.COM — TIM SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Hingga Senin (14/9), luas area pencarian mencapai sekitar 6.649 nautical mile (NM) persegi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten Rizki Dwianto mengatakan area tersebut mencakup sekitar 4.586 NM persegi wilayah laut dan 2.063 NM persegi wilayah udara. Pencarian hari ini diperkuat 18 kapal dan satu helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604. Seluruh unsur dikerahkan untuk menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya.
Tim SAR memperhitungkan kondisi arus, angin dan gelombang dalam menentukan pola penyisiran. Cuaca di kawasan Selat Sunda pada Senin diperkirakan berawan, dengan angin sekitar 5–20 knot dan gelombang 0,5–2,5 meter. Perluasan operasi dilakukan setelah hingga kini belum ada titik terang mengenai keberadaan Arupadhatu 1.
Sejumlah barang yang sebelumnya ditemukan di sekitar perairan timur Pulau Rakata juga telah diperiksa dan dipastikan bukan milik rombongan yang hilang.
Baca juga:
Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung hingga Terpal
Polda Banten menyatakan helm merah, jeriken biru, serta dua jaket pelampung oranye yang ditemukan tidak sesuai dengan perlengkapan kapal Arupadhatu 1.
Di tengah pencarian, aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian. Gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga,sehingga keselamatan personel SAR juga menjadi pertimbangan dalam operasi.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada 7 September 2026 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Hingga Senin (14/9), kedelapan orang masih belum ditemukan. Tim SAR terus memperluas penyisiran melalui jalur laut dan udara untuk mencari keberadaan mereka.(knu)
Baca juga:
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Memasuki Hari Keenam, SAR Fokus di Perairan Selatan GAK