Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main

Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — HILANGNYA lima jurnalis bersama tiga kru kapal di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko tinggi.
Terutama ketika wartawan ditugaskan meliput wilayah bencana dan kondisi alam yang sulit diprediksi.


Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA Biro Banten, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus atau Daus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.


Wartawan senior Naek Pangaribuan menilai peristiwa tersebut menunjukkan tugas jurnalistik di lapangan tidak terlepas dari berbagai risiko, terutama ketika wartawan bekerja di lokasi bencana.


Menurut Naek, wartawan memang dituntut untuk berada di lapangan dan mendapatkan informasi secara langsung. Namun, keberanian menjalankan tugas tidak boleh berarti mengabaikan keselamatan.


“Nyawa wartawan tetap harus menjadi prioritas,” ujar Naek di Jakarta, Jumat (11/9)

Baca juga:

Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah


Menurut dia, wartawan yang meliput bencana menghadapi risiko yang berbeda dengan peliputan dalam kondisi normal. Oleh karena itu, setiap penugasan seharusnya diawali dengan pemetaan risiko dan persiapan keselamatan yang memadai. Peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan ancaman aktivitas vulkanis, tetapi juga kondisi laut, cuaca, gelombang, angin hingga kemungkinan perubahan situasi secara cepat.


Naek mengatakan perusahaan pers dan wartawan perlu memiliki kesadaran yang sama bahwa keselamatan merupakan bagian dari profesionalisme jurnalistik. “Profesionalisme seorang wartawan bukan hanya bagaimana mendapatkan berita yang eksklusif atau cepat, melainkan juga bagaimana dia menjalankan tugas dengan perhitungan risiko yang matang dan bisa kembali dengan selamat,” jelas salah seorang tokoh senior di Persatuan Wartawan Indonesia ini.


Di tengah proses pencarian delapan orang tersebut, pemerintah telah mengerahkan kekuatan gabungan. Sebanyak 11 kapal dilibatkan untuk mencari para korban di perairan Selat Sunda.
Upaya pencarian tersebut menjadi harapan bagi keluarga, rekan sesama wartawan dan seluruh insan pers agar delapan orang yang hilang dapat segera ditemukan. Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa berita yang dihasilkan seorang wartawan sering kali lahir dari situasi yang tidak mudah. Wartawan bencana harus mendekati lokasi yang berisiko agar masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.


Namun, kebutuhan masyarakat terhadap informasi tidak seharusnya menghilangkan kewajiban untuk melindungi keselamatan jurnalis.


“Tidak ada berita yang nilainya lebih tinggi daripada nyawa manusia. Kalau situasi di lapangan sudah membahayakan, harus ada keberanian untuk menghentikan atau mengubah pola peliputan,” ujar Naek.


Saat ini, keluarga dan rekan-rekan para korban masih menunggu perkembangan pencarian.
Harapannya sederhana, kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.(knu)

Baca juga:

Insiden Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau, Dewan Pers: tak Ada Berita Seharga Nyawa



#Jurnalis #Gunung Krakatau #Jurnalis Anak Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main
Wartawan memang dituntut untuk berada di lapangan dan mendapatkan informasi secara langsung.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Jurnalis Hilang saat Bertugas Meliput Anak Krakatau, Bukti Risiko Profesi tak Main-Main
Berita Foto
PFI Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Sejumlah menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
PFI Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Indonesia
Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah
Perusahaan pers maupun pihak yang melakukan penugasan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi kerja yang aman.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah
Indonesia
Insiden Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau, Dewan Pers: tak Ada Berita Seharga Nyawa
Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam peliputan, terutama ketika jurnalis bekerja di wilayah yang tengah dilanda bencana.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Insiden Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau, Dewan Pers: tak Ada Berita Seharga Nyawa
Indonesia
Temuan Pelampung Saat Pencarian Dipastikan Bukan Yang Dipakai Jurnalis
Temuan pelampung dari hasil pencarian di hari ketiga, Kamis (10/9) bukan milik kapal tim jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Temuan Pelampung Saat Pencarian Dipastikan Bukan  Yang Dipakai Jurnalis
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Indonesia
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
5 Jurnalis dan 3 kru kapal hilang saat meliput erupsi Anak Krakatau. Simak momen haru doa bersama Polda Metro Jaya dan update pencarian tim SAR gabungan di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 11 September 2026
Polda Metro Jaya dan FWP Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Memasuki hari keempat, lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda kini masih dicari. Tim SAR memperluas area pencarian.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Indonesia
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Indonesia
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Tim SAR bersama nelayan setempat telah melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Bagikan