MERAHPUTIH.COM — TIMA SAR gabungan mulai menyusun strategi untuk dapat melakukan pencarian langsung di Pulau Sertung, salah satu wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan lima jurnalis yang hilang kontak sejak Senin (7/9).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian hingga Kamis (10/9) belum membuahkan hasil. Berdasarkan pemantauan visual menggunakan teropong, belum terlihat tanda-tanda keberadaan kelima jurnalis tersebut. Menurut Amrad, tim SAR bersama nelayan setempat telah melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena wilayah tersebut masih berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
“Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan,” kata Amrad di lokasi dikutip Jumat (11/9).
Baca juga:
Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Meski demikian, Basarnas masih membuka kemungkinan melakukan pencarian di wilayah tersebut. Tim kini mengkaji data dari BMKG, BNPB, dan PVMBG untuk menentukan langkah yang paling aman sebelum memasuki Pulau Sertung.
“Tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan,” ujarnya.
Selain kendala zona bahaya, pencarian melalui udara juga menghadapi hambatan. Tim SAR menggunakan drone dari KN SAR Tetuka untuk memantau wilayah Pulau Sangiang. Namun, pengamatan belum maksimal karena kawasan tersebut tertutup kabut dan asap tebal.
“Untuk Kamis, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal,” tutur Amrad.
Amrad menegaskan keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam operasi pencarian. Basarnas terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk mendapatkan pembaruan kondisi cuaca serta aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi dari kedua lembaga tersebut diperbarui secara berkala untuk menjadi dasar bagi tim dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.
“Jadi rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami,” kata Amrad.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian tersebut yakni pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, Arie Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9) ketika melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.(knu)
Baca juga:
Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berlanjut, TNI AL Kerahkan Sejumlah Kapal