Merahputih.com - Kasus jurnalis hilang di Gunung Anak Krakatau beserta tiga awak kapal saat meliput erupsi kian menjadi sorotan, memicu simpati mendalam dari berbagai pihak termasuk Polda Metro Jaya yang langsung turun tangan menggelar doa bersama.
Melalui aksi solidaritas yang tulus ini, diharapkan proses pencarian wartawan hilang bisa segera membuahkan titik terang dan seluruh korban hilang erupsi Krakatau dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Baca juga:
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Memasuki hari keempat pencarian jurnalis hilang di Gunung Anak Krakatau, kecemasan tentu makin terasa di kalangan insan pers maupun keluarga korban. Apalagi, tim SAR gabungan dari Basarnas Banten terus berjibaku menghadapi kondisi laut yang tak tertebak demi menyisir lokasi hilangnya kedelapan orang tersebut.
Acara doa bersama Polda Metro Jaya yang diinisiasi oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Forum Wartawan Polri (FWP) ini jadi bukti nyata bahwa dukungan moral sama pentingnya dengan upaya fisik di lapangan dalam memantau update jurnalis hilang terkini.
Solidaritas dan Doa Bersama di Polda Metro Jaya

Suasana haru menyelimuti Aula Satyahaprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Jumat (11/9) siang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini murni untuk memohon mukjizat dan keselamatan bagi para pahlawan informasi yang sedang bertugas.
Kita sama-sama mendoakan semoga delapan orang, di mana lima di antaranya adalah rekan-rekan jurnalis dan tiga awak kapal, segera ditemukan dalam kondisi selamat,
Ucap Budi Hermanto.
Lebih lanjut, Budi juga angkat topi atas sinergi luar biasa dari tim pencari di lapangan. Mulai dari BPBD, Basarnas, Pangkalan TNI AL (Lanal), Polda Banten, hingga teman-teman pers yang terus bahu-membahu tanpa lelah.
Dukungan serupa juga dilontarkan oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin. Ia menaruh harapan besar agar keluarga yang sedang menanti kabar di rumah tetap diberi ketegaran.
Harapan kita semuanya, saudara-saudara kita yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan dalam keadaan yang selamat dan sehat. Kemudian, keluarganya juga diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalani cobaan ini,
ujar Iman.
Momen spiritual ini dipimpin langsung oleh Ustadz Jauhari Akbar. Ia mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala, membacakan Surat Al-Fatihah yang dikhususkan untuk kru dan jurnalis yang masih dalam pencarian.
Al-Fatihah ini kita khususkan untuk delapan awak kapal, yang mana lima di antaranya adalah teman-teman jurnalis kita. Mudah-mudahan, dengan doa kita ini cepat ditemukan dan dalam keadaan sehat wal afiat,
tutur Jauhari.
Basarnas Banten Turunkan 13 Kapal di Hari Keempat
Bergeser ke titik lokasi pencarian, upaya evakuasi ternyata tidak main-main. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) semakin mengintensifkan pergerakan di hari keempat hilangnya kontak kelima jurnalis tersebut.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa pasukannya telah membagi area pencarian ke dalam empat sektor utama dengan mengerahkan belasan armada tempur dan penyelamat.
Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,
jelas Amrad dari Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten.
Baca juga:
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Untuk memaksimalkan peluang penemuan korban, berikut adalah daftar 13 kapal (alutsista) yang saat ini sedang menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau:
-
KRI Kerambit 627 & KRI Leuser 924
-
KRI Lepu
-
KN SAR Tetuka & KN SAR Basudewa
-
KP Hayabusa & KP Sanjaya
-
KAL Anyer & KAL Pahowang
-
RIB 02 Banten & RIB Lampung
-
RBB P Peucang
-
TB Gunung Santri
Kita semua tentu berharap operasi gabungan berskala besar ini segera membawa kabar baik. Terus ikuti update jurnalis hilang di Gunung Anak Krakatau untuk mengetahui perkembangan terbaru dari tim SAR gabungan.