Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan jangan Diperhatikan hanya saat Terjadi Musibah

Jurnalis yang Hilang Selat Sunda. Foto: Dok. media sosial

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - HILANGNYA lima jurnalis dan tiga kru kapal saat menjalankan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi alarm bagi dunia pers untuk memperkuat sistem keselamatan kerja wartawan. Wartawan senior Naek Pangaribuan mengatakan keselamatan jurnalis tidak bisa hanya dibebankan kepada individu wartawan. Perusahaan pers maupun pihak yang melakukan penugasan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi kerja yang aman.

“Keselamatan wartawan harus menjadi bagian dari sistem kerja jurnalistik. Jangan sampai keselamatan baru menjadi perhatian setelah terjadi musibah,” kata Naek di Jakarta, Jumat (11/9).


Menurut Naek, kejadian tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penugasan wartawan di wilayah berisiko tinggi. Mulai dari pengecekan kondisi kapal, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, pemantauan cuaca, jalur evakuasi hingga komunikasi antara wartawan dan redaksi perlu dipastikan sebelum keberangkatan.

Penugasan ke wilayah bencana seharusnya tidak hanya berbicara soal apa yang akan diliput, tetapi juga bagaimana wartawan bisa menjalankan tugas dan kembali dengan selamat. Itu harus menjadi standar.

Wartawan senior Naek Pangaribuan

Ia juga menilai perlu adanya protokol yang jelas ketika wartawan meliput bencana alam, termasuk batas aman peliputan dan kewenangan untuk menghentikan kegiatan apabila situasi berubah menjadi berbahaya. Budaya kerja yang menganggap keberanian sebagai kemampuan mengambil risiko sebesar-besarnya, menurut dia, harus ditinggalkan.


“Berani bukan berarti nekat. Wartawan tetap harus berani mengambil keputusan untuk mundur ketika keselamatan sudah terancam,” kata Naek.


Kasus hilangnya lima jurnalis tersebut juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara media dan otoritas terkait ketika melakukan peliputan di kawasan berisiko. Informasi mengenai kondisi cuaca, aktivitas gunung api, kondisi perairan serta potensi bahaya lainnya perlu menjadi pertimbangan sebelum tim peliputan diberangkatkan.

Di lain sisi, pencarian terhadap delapan orang yang hilang masih terus dilakukan. Pemerintah telah mengerahkan unsur gabungan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan mereka.

Bagi dunia jurnalistik, keselamatan wartawan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari perlindungan terhadap kerja jurnalistik itu sendiri. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi perusahaan pers dan organisasi profesi untuk memperkuat standar keselamatan sehingga wartawan dapat menjalankan tugas mencari dan menyampaikan informasi kepada publik tanpa harus mempertaruhkan nyawanya.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA Biro Banten, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus atau Daus dari Anadolu Agency, dan Donal, jurnalis freelance.

Mereka berada bersama tiga kru kapal, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.


Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedogan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir dilaporkan terjadi sekitar 42 menit setelah keberangkatan.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Operasi pencarian kemudian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan sejumlah kapal.(knu)

Baca juga:

Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus






#Jurnalis #Krakatau #Gunung Krakatau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Jenazah langsung dibawa ke kediaman almarhum di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Indonesia
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Hasil uji DNA memastikan jasad tersebut merupakan Surakman, 60, salah seorang awak kapal Arupadhatu I yang mengangkut lima jurnalis foto dan tiga kru kapal.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Indonesia
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Aspek keselamatan perlu jadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Berita Foto
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi saat doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Berita Foto
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Jurnalis menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Keluarga melakukan tabur bunga diatas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Bagikan