Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara

Joanna Wietrzyk saat mengikuti kompetisi HYROX di Beijing. (Foto: Joanna Wietrzyk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ada momen dalam pertandingan olahraga ketika tubuh tidak lagi bisa diajak berkompromi. Hal tersebut dialami atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk, saat mengikuti kompetisi HYROX di Beijing, China, pada Sabtu (12/9).

Wietrzyk mengalami inkontinensia feses, yakni kondisi ketika seseorang tidak mampu menahan keluarnya tinja, di tengah perlombaan. Insiden tersebut terjadi ketika ia masih harus menyelesaikan rangkaian tantangan HYROX yang menggabungkan lari dengan berbagai latihan fisik berintensitas tinggi.

Alih-alih berhenti, Wietrzyk tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kakinya yang terkena kotoran ketika ia masih menjalani sejumlah tantangan dalam perlombaan.

Tetap Bertanding hingga Keluar sebagai Juara

Insiden tersebut semakin menjadi perhatian karena Wietrzyk kemudian keluar sebagai pemenang nomor Women's Pro dalam kompetisi tersebut.

Wietrzyk bukan atlet sembarangan. Ia merupakan salah satu atlet elite HYROX dan tercatat sebagai pemegang rekor dunia kategori Women's Solo Pro.

Kejadian tersebut kemudian menyebar luas di media sosial China. Perdebatan tidak hanya membicarakan keputusan Wietrzyk untuk tetap melanjutkan lomba, tetapi juga mempertanyakan keputusan penyelenggara yang membiarkannya terus bertanding.

Penyelenggara Disorot soal Kebersihan Arena

HYROX berbeda dari lomba lari biasa. Kompetisi tersebut digelar di dalam ruangan dan peserta menggunakan sejumlah peralatan serta area yang sama.

Dalam satu perlombaan, atlet harus melewati kombinasi lari dan berbagai tantangan, seperti sled push, sandbag lunges, burpees, hingga rowing.

Karena itu, insiden tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kebersihan dan keselamatan peserta lain.

HYROX China kemudian menyatakan bahwa area yang terdampak langsung ditutup dan dibersihkan setelah perlombaan. Peralatan yang dianggap terkontaminasi dikeluarkan dari arena, sementara limbah dibuang sesuai prosedur.

Penyelenggara juga menyatakan akan mengganti permukaan lantai di lokasi tersebut untuk menjaga keselamatan atlet pada pertandingan berikutnya.

Baca juga:

AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif

Co-founder HYROX Minta Maaf

Respons HYROX kemudian berkembang menjadi permintaan maaf. Co-founder HYROX, Moritz Fürste, mengakui bahwa penyelenggara seharusnya mengambil tindakan sejak insiden tersebut terjadi.

Saya minta maaf kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terdampak, serta kepada semua orang yang merasa kami tidak menangani situasi ini sebagaimana mestinya,

Co-founder HYROX, Moritz Fürste.

Ia juga mengakui bahwa HYROX melakukan kesalahan karena tidak segera merespons kejadian tersebut. Menurutnya, aturan dan prosedur baru akan diterapkan untuk menghadapi situasi serupa pada masa mendatang.

Joanna Wietrzyk: "A Win Is a Win"

Di tengah kontroversi tersebut, Wietrzyk sendiri sempat memberikan tanggapan melalui Instagram Story yang kemudian dihapus.

Dalam unggahan itu, ia menuliskan kalimat singkat, "A win is a win", sembari berterima kasih kepada orang-orang yang memberikan dukungan dan menyatakan akan segera kembali.

Aktivitas Berat Bisa Memengaruhi Sistem Pencernaan

Terlepas dari kontroversi mengenai keputusan untuk melanjutkan pertandingan, insiden Wietrzyk juga memperlihatkan bagaimana olahraga dengan intensitas tinggi dapat memberikan tekanan besar terhadap tubuh.

Dalam kondisi tertentu, aktivitas fisik yang sangat berat dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk kram perut, mual, diare, hingga dorongan buang air besar yang datang secara tiba-tiba.

Gerakan tubuh yang terus-menerus selama latihan juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Vito A. Damay, menjelaskan bahwa gerakan tubuh yang intens dapat memberikan semacam rangsangan mekanis terhadap sistem pencernaan.

Ketika gerakan tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas pencernaan alami, seseorang bisa semakin sulit menahan dorongan untuk buang air besar.

Baca juga:

Mengenal HYROX, Olahraga Kebugaran Hybrid yang Uji Kekuatan dan Daya Tahan

Selain itu, tubuh saat berolahraga akan memprioritaskan aliran darah menuju otot-otot yang sedang bekerja. Dalam aktivitas seperti HYROX, otot kaki, tangan, dan bagian tubuh lain yang digunakan untuk melakukan gerakan berat membutuhkan pasokan darah lebih besar.

Sementara itu, aliran darah menuju sistem pencernaan dapat berkurang.

Kombinasi antara gerakan fisik yang intens, perubahan aliran darah, kondisi pencernaan, serta tekanan untuk terus menyelesaikan perlombaan dapat membuat seseorang kehilangan kemampuan untuk menahan BAB.

Kasus Joanna Wietrzyk akhirnya tidak hanya menjadi cerita tentang seorang atlet yang mengalami kejadian memalukan di tengah pertandingan.

Insiden tersebut juga membuka pembicaraan mengenai batas kemampuan tubuh, prosedur kesehatan dalam kompetisi, serta tanggung jawab penyelenggara ketika terjadi keadaan darurat di arena. (Far)

#Hyrox #Kesehatan #Olahraga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Berita Foto
Bebas Sebaran Abu Vulkanik, Warga Manfaatkan Taman Bendera Pusaka untuk Olahraga
Warga berlari di lintasan jogging Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 08 September 2026
Bebas Sebaran Abu Vulkanik, Warga Manfaatkan Taman Bendera Pusaka untuk Olahraga
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Bagikan