MERAHPUTIH.COM.COM — JUNGKOOK BTS muncul dalam live Weverse, pekan lalu. Alih-alih membawa makanan, kali ini Jungkook memamerkan satu tas plastik penuh botol obat dan vitamin. Meski mengonsumsi vitamin dan suplemen terdengar baik untuk kesehatan, pengakuan Jungkook itu malah memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan efek samping dari penggunaan berbagai produk secara bersamaan.
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
“Aku harus minum magnesium. Biar aku tunjukkan tas vitamin yang biasanya kubawa,” katanya sambil melihat-lihat barang di tengah siaran langsung.
Ia kemudian mengangkat tas obat pribadinya ke arah kamera. “Banyak sekali isinya,” ujar Jungkook sambil tertawa sedikit malu.
Kantong plastik yang dikeluarkannya dari dalam tas obat berisi puluhan botol obat berwarna putih. Namun, itu baru permulaan. Ia kemudian mengeluarkan berbagai macam produk, mulai dari vitamin yang dikonsumsi pada pagi hari, obat resep untuk pilek dan radang amandel, obat untuk mengatasi peningkatan kadar enzim hati, obat flu kombinasi, obat bantu tidur, obat untuk peradangan kulit dan alergi, hingga vitamin dalam bentuk cair.
Sambil menjelaskan kegunaan setiap produk, anggota termuda BTS itu juga mengungkapkan alasannya mengonsumsi begitu banyak obat dan suplemen. “Ada yang mengatakan secara ilmiah lebih baik mengonsumsi kurang dari lima pil vitamin, dan Jimin pernah mengatakan hal serupa kepadaku. Aku tidak berkonsultasi dengan spesialis saat menyusun rutinitas ini, tetapi sejauh ini aku tidak mengalami ketidaknyamanan yang berarti setelah mengonsumsinya,” katanya.
Ia menambahkan akan mengurangi jumlah produk yang dikonsumsi ketika merasa sudah terlalu banyak. “Kalau aku merasa jumlahnya terlalu banyak, aku hanya mengonsumsi multivitamin selama sekitar tiga hari sebelum kembali ke rutinitas seperti biasa,” ujarnya.
Baca juga:
Lebih Beken daripada Justin Bieber dan Michael Jackson, Jungkook BTS Paling Banyak Disebut di X
Konsumsi Suplemen Berlebihan Dapat Merusak Hati
Jika diperhatikan, Jung Kook terlihat memiliki berbagai jenis pil yang mencakup sejumlah kategori, mulai dari vitamin dan suplemen makanan hingga obat-obatan. Namun, mengonsumsi berbagai produk dari kategori tersebut secara bersamaan tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis dapat meningkatkan risiko efek samping.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama yakni hati, organ yang berperan penting dalam memetabolisme berbagai zat yang masuk ke tubuh.
Dalam siaran langsung tersebut, Jungkook mengatakan ia sudah mengonsumsi obat resep untuk mengatasi peningkatan kadar enzim hati. Menggunakan obat dan suplemen secara sembarangan ketika sudah terdapat tanda-tanda gangguan fungsi hati dapat memberikan beban tambahan pada organ tersebut.
Salah satu kandungan yang perlu mendapat perhatian khusus yakni asetaminofen, yang terdapat dalam banyak obat penurun demam dan pereda nyeri. Penggunaan asetaminofen secara berlebihan merupakan salah satu penyebab utama gagal hati akut. Kandungan itu tidak hanya terdapat dalam obat sakit kepala, tetapi juga berbagai obat yang umum digunakan, termasuk obat flu dan obat flu cair serta beberapa produk kombinasi untuk meredakan nyeri otot.
Mengonsumsi beberapa obat bebas secara bersamaan tanpa memeriksa label dengan teliti dapat menyebabkan seseorang tanpa sadar mengonsumsi asetaminofen dalam jumlah yang jauh melebihi dosis yang dianjurkan.
Vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, juga perlu dikonsumsi secara hati-hati. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air, kelebihan vitamin-vitamin tersebut tidak mudah dikeluarkan melalui urine sehingga dapat menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi menyebabkan toksisitas serta efek samping lainnya.
Spesialis memperingatkan risiko keracunan hati akibat konsumsi lima atau lebih suplemen. Para ahli medis juga memperingatkan bahaya mengonsumsi suplemen dalam jumlah berlebihan.
Choi Seok-jae, profesor kedokteran darurat di Yeouido St Mary’s Hospital, baru-baru ini membahas risiko tersebut melalui kanal YouTube Jisik Hansang.
“Sebagian besar obat dimetabolisme di hati oleh enzim yang secara kolektif dikenal sebagai sitokrom P450,” kata Seok-jae, dikutip The Korea Times.
Menurutnya, menambahkan suplemen ketika seseorang sudah mengonsumsi obat dapat meningkatkan beban kerja hati secara signifikan. “Mengonsumsi dua atau tiga suplemen mungkin tidak menimbulkan masalah besar, tetapi ketika jumlahnya mencapai lima atau lebih, risiko toksisitas hati perlu dipertimbangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan mengonsumsi banyak suplemen secara bersamaan dapat membuat beban pada hati dan ginjal jauh lebih besar jika dibandingkan dengan sekadar penjumlahan efek setiap produk.
“Pendekatan yang paling aman yakni hanya mengonsumsi bahan atau kandungan dalam jumlah seminimal mungkin yang benar-benar dibutuhkan,” kata Seok-jae.(dwi)
Baca juga: