Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!

Usus buntu. (Foto: WebMD)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Sakit perut pada anak sering dianggap keluhan ringan. Namun, dokter anak mengingatkan bahwa gejala tertentu bisa menandakan usus buntu (appendicitis), kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.

Kepada media, dikutip Selasa (1/9), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K) menegaskan, jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.

Baca juga:

Gaya Hidup Sehat Terbukti Kurangi Risiko Usus Buntu

Gejala Klasik Usus Buntu untuk General

Menurut Himawan, usus buntu bisa berakibat fatal bila terlambat ditangani. Untuk itu, dia menekankan kewaspadaan orang tua terhadap tanda bahaya menjadi kunci agar anak segera mendapat pertolongan medis yang tepat.

Himawan menjelaskan pola klasik usus buntu biasanya diawali dengan hilangnya nafsu makan, diikuti nyeri di sekitar pusar atau ulu hati. Setelah itu muncul muntah, dan rasa sakit berpindah ke perut kanan bawah, lokasi usus buntu.

Kalau sakit perut disertai muntah dan demam, serta nyeri berpindah ke kanan bawah, itu harus hati-hati,

Dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A, Subsp.G.H.(K), Tim Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia

Gejala Usus Buntu Anak Tidak Selalu Mengikuti Pola Klasik

Ilustrasi anak sakit perut (Pexels)
Caption

Namun, dokter Himawan mengingatkan gejala usus buntu pada anak tidak selalu mengikuti pola klasik. Menurut dia, keluhan bisa menyerupai penyakit lain seperti gastroenteritis, sembelit, atau infeksi saluran kemih.

Baca juga:

Kacang Almond Solusi Jitu Atasi Sembelit, ke 'Belakang' Pasti Lancar

Karena itu, lanjut dia, orang tua perlu memperhatikan perubahan gejala secara detail. Dia menekankan nyeri yang semakin berat, terutama di perut kanan bawah, serta rasa sakit yang bertambah saat anak bergerak, berjalan, atau meloncat, menjadi tanda bahaya.

“Rasa sakit yang sangat kuat ketika perut disentuh bukan sekadar anak bersikap berlebihan,” tandas Himawan. (*)

Tanda Bahaya Usus Buntu Anak yang Harus Diwaspadai

  • Nyeri perut semakin berat, terutama di kanan bawah
  • Muntah setelah sakit perut muncul
  • Demam disertai nyeri perut
  • Nyeri bertambah saat bergerak atau berjalan
  • Anak tampak lemas, merintih, atau lebih banyak tidur

Jika tanda-tanda ini muncul, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Untuk lebih mudahnya, berikut perbedaan utama sakit perut biasa dengan gejala usus buntu pada anak:

Perbedaan Sakit Perut Biasa vs Usus Buntu

Gejala Sakit Perut Biasa Usus Buntu (Appendicitis)
Nafsu makan Normal Berkurang drastis
Lokasi nyeri Tidak spesifik Berpindah ke kanan bawah
Muntah Jarang Sering setelah nyeri muncul
Demam Tidak ada Sering disertai demam
Nyeri saat bergerak Tidak signifikan Bertambah saat berjalan/meloncat
Reaksi saat disentuh Anak masih nyaman Nyeri hebat, anak merintih

#Usus Buntu #Kesehatan #Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan