Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengungkap hasil survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak.

Survei tersebut menunjukkan masih rendahnya jumlah anak yang memilih orang tua sebagai tempat bercerita ketika menghadapi persoalan.

Dari lebih dari 20 ribu anak yang menjadi responden, hanya 20 persen yang memilih curhat kepada orang tua. Sementara itu, 80 persen lainnya lebih memilih bercerita kepada teman karena merasa lebih nyaman.

“Masih ada anak yang curhat kepada orang tua. Tetapi 80 persennya mereka curhat kepada temannya karena merasa lebih nyaman,” ujar Arifatul, Minggu (23/8).

Baca juga:

Anggaran Kementerian PPPA 2026 Terjun Bebas, Nyawa Perempuan dan Anak Jadi Taruhan?

Orang Tua Diminta Tak Sekadar Memberikan Gawai

Arifatul mengingatkan orang tua agar tidak menganggap pemberian gawai sebagai bentuk pengasuhan yang cukup bagi anak.

Di tengah perkembangan teknologi, orang tua justru dituntut semakin hadir untuk mendampingi dan memahami aktivitas anak di dunia digital.

Anak-anak kita sesungguhnya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, karena bahaya ada di genggaman anak kita. Orang tua harus merubah pola asuh keluarga,

Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi.

Menurut Arifatul, orang tua tidak cukup hanya memberikan perangkat digital terbaik kepada anak.

Pendampingan dan komunikasi tetap diperlukan agar anak memiliki kemampuan untuk memahami dan menyaring berbagai hal yang ditemuinya di dunia digital.

“Data tersebut menjadi bahan introspeksi bagi orang tua. Orang tua perlu mencari pola komunikasi yang sesuai dengan karakter anak, termasuk menghindari cara berkomunikasi yang justru membuat anak merasa takut atau tidak nyaman untuk bercerita,” katanya.

Baca juga:

Menteri PPPA Kecam Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Tidak Bisa Ditoleransi

Pola Komunikasi Perlu Disesuaikan

Arifatul menilai pola pengasuhan saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, pendekatan kepada anak juga perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Anak-anak kita ajak untuk berkomunikasi. Ayo kita coba mencari cara komunikasi yang sama-sama disenangi oleh anak-anak kita,” katanya.

Selain membangun komunikasi, Arifatul mendorong pemanfaatan permainan tradisional berbasis kearifan lokal sebagai salah satu alternatif aktivitas anak di luar penggunaan gawai.

“Kaki mendorong pemanfaatan permainan tradisional berbasis kearifan lokal sebagai salah satu alternatif aktivitas anak di luar penggunaan gawai,” ucap dia.

Permainan tradisional, kata dia, dapat ditempatkan di sekolah, puskesmas, maupun kantor kelurahan sehingga anak memiliki ruang untuk bermain dan berinteraksi secara langsung.

“Supaya anak-anak kita ketika jam istirahat tidak dengan gadget, tetapi dia bermain bersama-sama,” kata dia.

Perkuat Karakter Anak di Era Digital

Selain mengurangi ketergantungan terhadap gawai, Arifatul menekankan pentingnya memperkuat fondasi karakter anak.

Menurutnya, prestasi akademik memang penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan nilai agama, moral, etika, akhlak, dan budi pekerti.

Ilmu boleh tinggi, tapi kalau tidak beradab, tidak berarti manusia. Mari kita bentengi anak-anak kita dengan nilai-nilai agama, budaya, adat istiadat yang baik, akhlak dan budi pekerti,

Menteri PPPA RI, Arifatul Choiri Fauzi.

Wali Kota Solo Minta Orang Tua Pahami Dunia Anak

Wali Kota Solo Respati Ardi menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami dunia anak di era digital.

Menurutnya, orang tua perlu mengetahui apa yang dimainkan, digemari, dan diminati anak agar komunikasi dalam keluarga tetap terbangun.

“Orang tua benar-benar perlu tahu apa yang sedang dimainkan anaknya, apa yang sedang digandrungi dan diminati anaknya. Tantangan dunia digital hari ini membuat orang tua harus lebih dekat dengan anak,” pungkasnya (Ismail/Jawa Tengah)

#Anak #Parenting #Menteri PPPA #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Hasil uji laboratorium dari otoritas kompeten secara spesifik menunjukkan adanya cacat mutu yang fatal pada produk massal tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Minyakita Bantuan Pemerintah di Wonogiri Bau Solar, Hasil Uji Lab Nyatakan tak Layak Konsumsi
Indonesia
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Jaring nelayan sekali dapat ikan sapu-sapu harus dipotong dan jaring tidak bisa dipakai lagi dan harus diperbaiki.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta
Indonesia
Pemprov Cicil Dana Dana Cadangan Rp1,2 Triliun untuk Pilgub Jateng 2029 Selama 3 Tahun
Besaran dana yang akan dialokasikan diperkirakan sekitar Rp 400 miliar setiap tahun selama tiga tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Pemprov Cicil Dana Dana Cadangan Rp1,2 Triliun untuk Pilgub Jateng 2029 Selama 3 Tahun
Indonesia
Minyakita Bau Solar di Wonogiri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Miyakita bermasalah tersebut diketahui setelah warga menerima paket bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Minyakita Bau Solar di Wonogiri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Indonesia
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Meminta seluruh peserta Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menjaga komitmen terhadap nilai-nilai dasar Muhammadiyah.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Indonesia
Rasio Belanja Pegawai masih di Bawah Ambang Batas, Pemprov Jateng Pastikan Gaji ASN Aman
Seluruh gubernur, termasuk Jateng, telah menyampaikan usul kepada pemerintah pusat agar mengkaji kebutuhan anggaran belanja pegawai di daerah.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Rasio Belanja Pegawai masih di Bawah Ambang Batas, Pemprov Jateng Pastikan Gaji ASN Aman
Indonesia
Tekanan Fiskal, 5 Daerah Soloraya Terancam Kesulitan Bayar Gaji ASN
Hal itu terjadi akibat tingginya belanja pegawai yang menggerus APBD.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Tekanan Fiskal, 5 Daerah Soloraya Terancam Kesulitan Bayar Gaji ASN
Indonesia
Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Solo Kebut Revitalisasi Rumah Brigjen Slamet Riyadi
Rumah bersejarah ini memiliki nilai historis yang penting dan layak dilestarikan sebagai bagian dari identitas Kota Surakarta.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Solo Kebut Revitalisasi Rumah Brigjen Slamet Riyadi
Bagikan