Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Nelayan Waduk Kedung Ombo Keluhkan Invasi Ikan Sapu-Sapu, Rugikan Petani Puluhan Juta

Nelayan ikan KJA di Kawasan perairan Waduk Kedung Ombo (WKO) temukan ikan sapu-sapu rusak jaring nelayan, Senin (10/8). (Dok.Nelayan WKO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - NELAYAN ikan keramba jaring apung (KJA) di Kawasan perairan Waduk Kedung Ombo (WKO), khususnya di Desa Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, mengeluhkan adanya invasi ikan sapu-sapu. Keberadaan ikan predator tersebut mengancam ikan milik nelayan dan merusak jaring hingga merugikan nelayan.

Salah satu nelayan WKO, Riyanto, mengatakan keberadaan ikan sapu-sapu di WKO perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Terlebih nelayan banyak yang menggantungkan hidup di WKO terancam rugi besar akibat ikan sapu-sapu.

"Masalah kerugian itu banyak dialami warga nelayan, biasanya menangkap dapatnya ikan nila dan lainnya, ini dapatnya ikan sapu-sapu,” kata Riyanto, Senin (10/8).

Ia mengatakan jaring nelayan sekali dapat ikan sapu-sapu harus dipotong dan jaring tidak bisa dipakai lagi dan harus diperbaiki. “Kami tidak bisa terus-terusan seperti ini karena modal nelayan habis hanya untuk perbaiki jaring,” kata dia.

Baca juga:

Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya



Dia berharap ada gerakan masif membersihkan waduk dari ikan sapu-sapu di WKO.


Anggota DPRD Sragen Nugroho Sulistyo mengatakan pihaknya turut prihatin masalah ikan sapu-sapu di WKO karena berdampak pada ekonomi warga Sragen. “Kami fasilitasi dan temukan dengan dinas terkait untuk mencari solusi yang pas, termasuk anggaran yang sekitarnya diperlukan," kata Nugroho.

Menurutnya, kunci utama untuk meredam amukan hama ini yakni kekompakan para pencari ikan di WKO. Sinergi yang solid antara nelayan dan pemerintah diyakini bakal membuat penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ketua Tim Perikanan Tangkap Bidang Perikanan DKP3 Sragen Puri Hidayani membeberkan formula ajaib untuk mengubah hama penghancur jaring ini menjadi pundi-pundi rupiah melalui pupuk organik cair (POC).

"Potensi banget untuk pupuk cair. Bikinnya sederhana, gampang aplikasinya. Ikan sapu-sapu dicacah kecil, lalu kita fermentasikan memakai EM4 dan molase selama tiga minggu," kata Puri.

Ia memastikan proses pembuatan pupuk organik ini sangat efisien dan ramah kantong tanpa memerlukan teknologi mesin yang mahal. Menariknya lagi, hasil fermentasi racikan ini diklaim tidak berbau menyengat, melainkan beraroma asam segar yang siap diaplikasikan langsung ke lahan pertanian warga.

"Setelah disaring, pupuk tersebut siap digunakan, misalnya untuk tanaman jagung saat air WKO sedang surut," imbuhnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung




#Sragen #Jawa Tengah #Ikan Sapu-sapu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - 1 jam, 59 menit lalu
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Pabrik mebel PT Rakabu Sejahtera milik Presiden ke-7 Jokowi di Sragen terbakar akibat kebocoran pipa oli. Simak kronologi dan penanganannya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Kebakaran Pabrik Mebel Jokowi, 2 Jam Padamkan Sendiri Gagal Baru Panggil Damkar
Bagikan