219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Foto: dok. BGN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah 219 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan kesehatan.

Hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB, sebanyak 132 orang menjalani rawat inap, sedangkan 87 lainnya menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.

BGN memberikan status suspend berat terhadap SPPG tersebut dan mencopot kepala SPPG dari jabatannya.

Langkah tersebut diambil setelah BGN menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

BGN Temukan Pengolahan Telur Terlalu Awal

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan, salah satu temuan berkaitan dengan pengolahan telur yang dilakukan terlalu awal.

“Telur diolah pukul 19.30 WIB, kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB. Ini merupakan salah satu bentuk ketidakpatuhan terhadap SOP,” ujar Ketut dikutip dari laman resmi BGN, Jumat (25/9).

Selain persoalan pengolahan makanan, BGN juga menemukan sejumlah bagian SPPG yang kondisi kebersihannya perlu mendapat perhatian.

Saat ini, BGN masih menyelidiki seluruh rangkaian proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi makanan.

Baca juga:

BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan

BGN Masih Selidiki Penyebab Gangguan Kesehatan

Ketut menegaskan BGN belum ingin menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan dan investigasi selesai dilakukan.

“Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” kata Ketut yang juga mantan Kapuspenkum Kejaksaan Agung ini.

BGN juga menemukan adanya makanan yang dibawa pulang oleh sebagian penerima manfaat. Menurut Ketut, tindakan tersebut turut melanggar ketentuan operasional.

“Disamping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, ada sebagian makanan yang dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh serta investigasi bersama Dinas Kesehatan terkait,” ujar Ketut yang juga pejabat tinggi Kejaksaan Agung ini.

BGN Koordinasi dengan Pemkab Batang

Untuk menangani para penerima manfaat sekaligus menyelesaikan investigasi, BGN berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, dan Satgas MBG Kabupaten Batang.

Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar bagi BGN untuk menentukan tindakan lebih lanjut terhadap SPPG Batang Bawang Bawang, termasuk pemberian sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran standar keamanan pangan dan operasional.

Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana.

(Knu)

#SPPG #Badan Gizi Nasional #Jawa Tengah #Makan Bergizi Gratis #Keracunan Massal MBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BGN Ancam Tutup Dapur SPPG yang Tak Kooperatif di Tengah Kasus Keracunan MBG
Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono mengatakan, kerja sama antara BGN dengan yayasan dan mitra pengelola SPPG menjadi salah satu syarat penting dalam pelaksanaan program MBG.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
BGN Ancam Tutup Dapur SPPG yang Tak Kooperatif di Tengah Kasus Keracunan MBG
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Indonesia
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
BGN menghentikan permanen empat SPPG MBG karena masalah disiplin operasional dan keamanan pangan. Layanan 10.112 penerima dialihkan ke SPPG terdekat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Dapur desa tersebut dapat dikelola oleh masyarakat, termasuk komunitas perempuan desa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Indonesia
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Ompreng yang telah diisi menu MBG langsung dimasukkan ke sealer dan sinar ultraviolet untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Indonesia
Ejek Korban Keracunan MBG, Karyawan SPPG Bantul Langsung Diberhentikan BGN
Karyawan SPPG Bantul diberhentikan BGN, setelah ketahuan mengejek korban keracunan MBG.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Ejek Korban Keracunan MBG, Karyawan SPPG Bantul Langsung Diberhentikan BGN
Indonesia
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Bagikan