MerahPutih.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan bahwa ada lebih dari dua ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup secara permanen karena tidak memenuhi persyaratan.
Atas dasar itu, Kepala BGN akan melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur yang beroperasi.
Lebih dari 2.000 dapur disebut telah ditutup karena tidak memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
kata Sudaryono kepada wartawan, Senin (2/11)
Langkah tersebut menjadi pengingat, bahwa besarnya cakupan program tidak boleh mengurangi perhatian terhadap keselamatan setiap penerima manfaat.
"Keamanan pangan menjadi prioritas. Satu anak pun masih terlalu banyak," ujar Sudaryono.
Baca juga:
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
BGN Bicara soal Transformasi MBG 2.0
Sedangkan di balik berbagai pembenahan tersebut, MBG tetap terus berkembang dan menjangkau semakin banyak masyarakat.
Jadi, transformasi MBG 2.0 tidak semata-mata diarahkan untuk memperluas pelaksanaan program, tetapi juga memastikan fondasi pengelolaannya semakin kuat.
Pembenahan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari verifikasi data, pengawasan dapur, pengelolaan anggaran, hingga penguatan kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Bukan sekadar melanjutkan program, transformasi MBG 2.0 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan memperkuat pelaksanaan MBG.
jelas Sudaryono (Asp)