BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair

Gedung Badan Gizi Nasional. (Foto: Dok. BGN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan agar dana operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dicairkan.

BGN mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan dana operasional SPPG tidak tersedia di rekening virtual account. Faktor tersebut meliputi pelaporan penggunaan dana harian, kesesuaian data penerima manfaat, hingga kedisiplinan dalam mengelola anggaran.

Penjelasan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah SPPG yang mengaku belum dapat melayani penerima manfaat MBG karena dana operasional belum tersedia pada virtual account mereka.

Baca juga:

BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa

Juru Bicara BGN Tysa Novenny menjelaskan, Selasa (27/10) salah satu penyebab dana operasional tidak cair adalah SPPG tidak melaporkan penggunaan dana harian melalui Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN).

Pertama, karena SPPG yang bersangkutan tidak melakukan pelaporan penggunaan dana harian dalam SIPGN atau Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan,

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny.

Menurut Tysa, pelaporan tersebut merupakan bagian penting dari pertanggungjawaban keuangan. Melalui mekanisme ini, penggunaan anggaran dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, pencairan dana operasional berkaitan dengan kepatuhan SPPG terhadap prosedur administrasi yang berlaku.

Data Penerima Manfaat Tidak Sesuai

Faktor kedua yang dapat menyebabkan dana operasional tidak tersedia adalah ketidaksesuaian antara penerima manfaat yang dilayani SPPG dan data yang telah ditetapkan.

Kesesuaian tersebut diperlukan agar pelaksanaan Program MBG berjalan tepat sasaran sekaligus memastikan penggunaan anggaran mengikuti perencanaan yang telah ditentukan.

Kemudian yang kedua, SPPG yang bersangkutan melayani penerima manfaat MBG yang tidak sesuai dengan data SPS-2, yaitu data Surat Penetapan Sementara Penerima Manfaat 2,

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny.

Dengan demikian, SPPG perlu memastikan penerima manfaat yang dilayani sesuai dengan data SPS-2 sebagai bagian dari pelaksanaan program.

Baca juga:

BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara

Dana Habis akibat Penggunaan Anggaran Tidak Disiplin

Selain masalah pelaporan dan ketidaksesuaian data penerima manfaat, dana operasional SPPG juga bisa tidak tersedia karena anggaran yang dimiliki telah habis.

Menurut Tysa, kondisi tersebut dapat terjadi apabila SPPG tidak disiplin menggunakan dana sesuai ketentuan dan perhitungan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bisa saja SPPG yang bersangkutan itu juga mengalami kehabisan dana karena tidak disiplin dalam penggunaan dana sebagaimana yang telah ditetapkan dan diperhitungkan sebelumnya,

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny.

(Asp)

#Badan Gizi Nasional #SPPG #Makan Bergizi Gratis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
BGN mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis tidak cair, mulai dari pelaporan hingga penggunaan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
Indonesia
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Kepala BGN Sudaryono resmi memberi akses kader Posyandu untuk mengawasi dapur SPPG dan mendata penerima Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Indonesia
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
BGN mengembalikan Rp 160,37 miliar ke kas negara atas temuan BPK RI. Hal itu terkait penemuan rekening ganda di 75 SPPG.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
Indonesia
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Komisi IX DPR mendesak SPPG ditutup permanen usai terjadinya keracunan MBG di Cirebon.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Keracunan MBG di Cirebon, Komisi IX DPR Desak SPPG Ditutup Permanen
Indonesia
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
DEN menemukan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak menerima program tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
DEN Sebut Siswa Semangat Belajar setelah Santap MBG
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
IDN menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar setelah dua tahun, tetapi menekankan perlunya evaluasi dampak MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Pemerintah menyiapkan empat langkah pembenahan MBG, mulai dari pemerataan wilayah 3T, penertiban SPPG, peningkatan mutu makanan, hingga validasi data penerima.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Bagikan