BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 19 menit lalu
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan

Ilustrasi - Dapur SPPG Purwodiningratan, Jebres, satu-satunya yang telah mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) di Solo. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BADAN Gizi Nasional (BGN) menguji sistem prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengakomodasi kebutuhan makan siswa tanpa mengabaikan standar pemenuhan gizi. Melalui skema ini, siswa tetap memperoleh porsi awal sesuai takaran, tetapi dapat mengambil tambahan makanan setelah seluruh siswa mendapatkan bagian.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
BGN menerapkan skema tersebut secara bertahap melalui pendaftaran, pelatihan, dan evaluasi.


“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan,” ujar Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin (17/10).

Menurut Sudaryono, mekanisme tersebut diharapkan membuat pelayanan makan di sekolah lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan siswa. Namun, keleluasaan mengambil makanan tambahan tidak berarti standar gizi dapat diabaikan. “Takaran nasi, protein, dan komponen makanan lainnya tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” tutur Sudaryono yang juga politikus Gerindra ini.

Baca juga:

Kepala BGN Sudaryono Bongkar Modus Calo Program Makan Bergizi Gratis


Tantangan berikutnya yakni memastikan pelaksanaan prasmanan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kebutuhan dan kemampuan siswa kelas satu sekolah dasar, misalnya, berbeda dengan siswa kelas empat. Oleh karena itu, pendampingan guru serta kesiapan tenaga sekolah menjadi bagian penting dalam penerapan sistem ini.

BGN juga menguji penerapan prasmanan di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Palembang, dan Merauke, untuk mengidentifikasi kendala yang berkaitan dengan kondisi geografis, distribusi makanan, dan ketersediaan tenaga kerja.


“Hasil uji coba dan evaluasi akan menjadi dasar bagi BGN untuk menentukan penyesuaian yang diperlukan sebelum sistem prasmanan diperluas,” jelas Sudaryono.

Sekolah yang belum siap tetap dapat menjalankan MBG melalui mekanisme penyajian yang selama ini digunakan.(knu)

Baca juga:

5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun

#Makan Bergizi Gratis #Badan Gizi Nasional #Sudaryono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - 2 jam, 19 menit lalu
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Indonesia
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
BGN menutup dua SPPG di Jawa Tengah, Hal itu tertuang dalam SK Kepala BGN Nomor 63530 Tahun 2026.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
Indonesia
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Makanan yang disajikan secara prasmanan lebih hangat dan segar saat dikonsumsi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
5 Ribu Dapur MBG Ditargetkan Sajikan Prasmanan Sampai Akhir Tahun
Indonesia
JPPI Minta Pemda Koordinasikan MBG untuk Dorong Usaha dan Buka Lapangan Kerja
JPPI meminta pemda mengoordinasikan program MBG, memetakan kebutuhan pangan, dan mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk membuka lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Pemda Koordinasikan MBG untuk Dorong Usaha dan Buka Lapangan Kerja
Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Heboh penemuan mayat terborgol di gedung kosong Kendal yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Cek fakta dan klarifikasi resmi BGN di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Misteri Mayat Terborgol di Gedung Kosong Kendal, BGN Bantah Keras Ada Kaitan dengan Program MBG
Indonesia
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Angka tersebut mengalami penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 38 Triliun, Jadi Rp 229 Triliun
Bagikan