2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah

Presiden Prabowo Subianto.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN) Ayip Tayana menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berada di jalur yang benar selama dua tahun pertama. Namun, pemerintah masih perlu membuktikan bahwa berbagai program prioritas yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Ayip, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari jumlah program yang diluncurkan maupun besarnya anggaran yang dialokasikan. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan mampu menjawab persoalan masyarakat dan menghasilkan perubahan yang terukur.

Pandangan tersebut disampaikan Ayip dalam diskusi bertajuk 'Catatan Dua Tahun Prabowo-Gibran: Capaian, Refleksi, dan Evaluasi'.

Ia menekankan pentingnya evaluasi kebijakan melalui tiga aspek, yakni output, outcome, dan impact. Ketiganya menjadi indikator untuk menilai hasil pelaksanaan program, manfaat yang diterima masyarakat, hingga dampak jangka panjang dari kebijakan pemerintah.

Baca juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis

Evaluasi Kebijakan Harus Mengukur Manfaat bagi Masyarakat

Ayip menilai pemerintah perlu menjelaskan manfaat konkret dari setiap kebijakan yang dijalankan, termasuk kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak cukup dinilai dari pelaksanaannya, tetapi juga harus diukur berdasarkan dampaknya terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

“Kalau hari ini ada kebijakan pembatasan Devisa Hasil Ekspor di Indonesia selama 12 bulan, maka impact yang dirasakan oleh rakyat Indonesia apa?” ujar Ayip, dikutip Selasa (20/10).

Ia menegaskan, evaluasi kebijakan perlu diarahkan pada hasil yang dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar pencapaian administratif atau realisasi program.

Baca juga:

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot

MBG Didukung, tetapi Tata Kelola Harus Diperbaiki

Selain kebijakan DHE, Ayip menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat.

Ia menyatakan mendukung program MBG karena pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Meski demikian, dukungan terhadap program tersebut tidak berarti pelaksanaannya terbebas dari evaluasi.

Ayip menilai persoalan tata kelola, termasuk kasus keracunan maupun dugaan penyimpangan yang muncul, perlu ditangani dan diperbaiki agar tidak mengganggu tujuan program.

“Saya ini pendukung MBG dari awal. Teman-teman boleh kayak gimana pun, tapi saya mendukung MBG. Perihal kemudian ada keracunan, itu adalah kesalahan tata kelola yang kemudian harus diperbaiki,” katanya.

Menurut Ayip, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan MBG mencapai sasaran yang ditetapkan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah perubahan status gizi anak sebagai penerima manfaat.

Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelaksanaannya, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar diterima anak-anak.

Baca juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat

Sekolah Rakyat dan KDMP Perlu Dipastikan Tepat Sasaran

Ayip juga menilai Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Program tersebut, menurutnya, perlu dilihat dalam konteks ketimpangan kesempatan pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan fasilitas.

Sementara itu, dalam pelaksanaan KDMP, Ayip menyoroti kesiapan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi.

Ia menilai pemerintah perlu memastikan para pengelola memiliki kapasitas yang memadai. Dengan begitu, koperasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kesiapan pengelola menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.

Baca juga:

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kelas Menengah Diabaikan

Tiga Tahun ke Depan Jadi Momentum Pembuktian

Bagi Ayip, tantangan pemerintah saat ini adalah memastikan berbagai program prioritas tidak berhenti pada tahap pelaksanaan. Program-program tersebut perlu menghasilkan perubahan yang terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski memberikan sejumlah catatan, ia menilai fondasi pemerintahan Prabowo-Gibran telah terbentuk selama dua tahun pertama.

Ayip berharap tiga tahun berikutnya menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan sekaligus membuktikan manfaat program prioritas pemerintah.

Selama dua tahun ini, pemerintahan Prabowo-Gibran sudah berada di jalur yang benar. Pondasinya sudah ada. Tapi tinggal kita bangun tembok-tembok ke depannya, bangunan ke depannya selama tiga tahun ke depan. Pondasinya sudah benar,

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana.

(Knu)

#2 Tahun Prabowo-Gibran #Kebijakan Pemerintah #Makan Bergizi Gratis #Koperasi Desa Merah Putih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
IDN menilai pemerintahan Prabowo-Gibran berada di jalur yang benar setelah dua tahun, tetapi menekankan perlunya evaluasi dampak MBG, Sekolah Rakyat, dan KDMP.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Indeks Data Nasional Soroti Dampak Nyata Program Prioritas Pemerintah
Indonesia
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan alutsista TNI mencakup jet tempur Rafale, pesawat A400M, fregat, helikopter, dan kendaraan amfibi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Pemerintah menyiapkan empat langkah pembenahan MBG, mulai dari pemerataan wilayah 3T, penertiban SPPG, peningkatan mutu makanan, hingga validasi data penerima.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan 4 Langkah Benahi MBG, dari Pemerataan hingga Pengawasan Dapur
Indonesia
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Kesiapan dapur, sekolah, tenaga pendamping, hingga peralatan menjadi pertimbangan sebelum mekanisme penyajian tersebut diterapkan kepada siswa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Tetapkan Syarat Ketat untuk MBG Prasmanan, tak Semua Sekolah Langsung Bisa
Indonesia
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Penerapan sistem prasmanan tidak bisa dilakukan secara serentak karena membutuhkan kesiapan dapur penyedia makanan dan pihak sekolah.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
BGN Mulai Uji Sistem Prasmanan MBG, Porsi Gizi Siswa Tetap Jadi Patokan
Indonesia
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Ledakan itu bukan merupakan SPPG, baik yang sedang beroperasi maupun yang digunakan sebagai gudang SPPG.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BGN Tegaskan Ledakan di Pasar Cimanggis tak Terkait dengan MBG
Indonesia
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Dari total 980 SPPG yang diaktivasi, sebanyak 691 SPPG berada di wilayah Sumatra, sedangkan 289 SPPG lainnya berada di wilayah Kalimantan dan Bali.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kepala BGN Singgung Calo saat Resmikan 980 SPPG Serentak
Indonesia
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Pendataan serupa juga diberlakukan bagi kelompok penerima manfaat di posyandu, madrasah, dan pondok pesantren.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Data Penerima MBG Tidak Sinkron, Guru Harus Perbarui Identitas Peserta Didik
Indonesia
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
BGN menutup dua SPPG di Jawa Tengah, Hal itu tertuang dalam SK Kepala BGN Nomor 63530 Tahun 2026.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
BGN Tutup Permanen 2 SPPG di Jawa Tengah, ini Alasannya
Indonesia
Peluncuran Kopdes Merah Putih Nelayan 15 Oktober 2027
koperasi perlu menyediakan akses transaksi perbankan agar warga tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan layanan keuangan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Peluncuran Kopdes Merah Putih Nelayan 15 Oktober 2027
Bagikan