Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Kebakaran Hutan, Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup

Gunung Lawu, Karanganyar. (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - JALUR Pendakian Gunung Lawu ditutup sementara setelah ditemukan titik api dan terjadi kebakaran di kawasan hutan Gunung Lawu. Penutupan dilakukan mulai 14 September sampai batas waktu tidak ditentukan.

Direktur PUD Aneka Usaha Samidi mengatakan jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan jalur pendakian Gunung Lawu via Cetho ditutup sementara untuk seluruh aktivitas pendakian.

“Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan jalur pendakian Gunung Lawu via Cetho ditutup sementara. Itu tertuang dalam Surat Nomor 039/GL.CK.01/PUD-AU/IX/2026,” ujar Samidi, Minggu (20/9).

Ia mengatakan penutupan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi di lapangan yang masih cukup rawan. Penutupan juga untuk mengantisipasi risiko bahaya bagi keselamatan dan keamanan pendaki Gunung Lawu Via Cemoro Kandang dan Via Cetho. “Penutupan berlaku mulai 14 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan,” katanya.

Baca juga:

Masuk Permukiman untuk Cari Makan, Macan Tutul Gunung Lawu Dievakuasi BPBD dan BKSDA



Administratur Lawu D5 Mada Yuwono Hadhi mengemukakan penutupan sementara juga dilakukan pada jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu. Pengelola mengimbau agar tidak ada pihak yang melakukan pendakian secara ilegal selama jalur masih ditutup.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami imbau dengan sangat agar tidak ada pihak mana pun yang melakukan pendakian secara ilegal," kata Mada.

Ia mengatakan petugas pos registrasi jalur pendakian via Cemoro Kandang dan Cetho diminta terus memantau perkembangan titik api. Petugas juga diminta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kebakaran agar segera padam dan tidak meluas.

"Selama periode penutupan, petugas gabungan dan tim relawan akan berfokus pada upaya pemadaman api, pemantauan kondisi, dan penyisiran jalur," ungkap Mada. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas di Atas Aliran Sungai Bukit Mitis




#Kebakaran Hutan #Kawasan Wisata Gunung Lawu #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menepis Tuduhan Karhutla, Industri Sawit Butuh Transparansi, Bukan Sikap Diam
Industri ini memiliki data riil dan instrumen pemantauan yang mampu menunjukkan titik api sebenarnya. Sikap bungkam hanya membiarkan persepsi sepihak terbentuk bebas di mata dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 November 2026
Menepis Tuduhan Karhutla, Industri Sawit Butuh Transparansi, Bukan Sikap Diam
Indonesia
Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Ponpes, tak Terkait Perkara Perusakan Warung Mi Babi
Barang-barang tersebut yakni telepon genggam, CPU, kendaraan, dan drone.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Ponpes, tak Terkait Perkara Perusakan Warung Mi Babi
Indonesia
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak perlu terus diperkuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen
Indonesia
Pengasuh Ponpes di Sukoharjo Sesalkan Intimidasi saat Penggeledahan, Polres Pastikan Sesuai SOP
Sebanyak 12 santriwati dan 4 ustazah dimintai keterangan sebagai saksi dalam perusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah Parangjoro, Sukoharjo.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pengasuh Ponpes di Sukoharjo Sesalkan Intimidasi saat Penggeledahan, Polres Pastikan Sesuai SOP
Indonesia
11 Pesawat Angkut TNI AU Tetap Siaga Lakukan Operasi Pemadaman Karhutla
TNI AU, menggandeng instansi dari luar TNI dalam proses pemeriksaan dan pemeliharaan mesin pesawat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
11 Pesawat Angkut  TNI AU Tetap Siaga Lakukan Operasi Pemadaman Karhutla
Indonesia
15 Santri di Sukoharjo Dibawa ke Kantor Polisi, Diduga Terkait Pembakaran Mi Babi
Penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus pembakaran dan perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah Desa Parangjoro, Desa Grogol, September lalu.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
15 Santri di Sukoharjo Dibawa ke Kantor Polisi, Diduga Terkait Pembakaran Mi Babi
Indonesia
Polresta Solo Bongkar Kasus Prostitusi Online, 14 Orang Jadi Tersangka
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengatakan para korban diduga direkrut dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial melalui aplikasi daring.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Polresta Solo Bongkar Kasus Prostitusi Online, 14 Orang Jadi Tersangka
Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Penanganan karhutla di Gunung Lawu membutuhkan kerja bersama pemerintah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, Perhutani, dan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Indonesia
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Bagikan