7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 58 menit lalu
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal

Eks Kasat Reskrim Polres Wonogiri Kompol Aditia Mulya Ramdhani. (Dok.Polsek Pasar Kliwon Solo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - EKS Kasat Reskrim Polres Wonogiri Kompol Aditia Mulya Ramdhani meninggal dunia setelah tujuh tahun mengalami koma karena luka parah pada bagian kepala. Luka itu didapat setelah Aditia membubarkan betrok massa antarperguruan silat pada 2019 . Sebelum menjadi Kasatreskrim Polres Wonogiri, Aditia menjabat Kapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo.

Jenazah almarhum Aditia dimakamkan di kampung halamannya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (26/10).

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto membenarkan kabar duka tersebut. Proses pemakaman perwira menengah tersebut dilangsungkan hari ini di wilayah Baben, Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.


"Ya benar, almarhum dimakamkan hari ini di Klaten," ujar Yuliyanto, Senin (26/10).

Baca juga:

Anggota Polres Wonogiri Ditetapkan sebagai Tersangka Pencabulan, Propam Bertindak




Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam. Pelaku pengeroyokan sudah ditahan dan divonis PN Wonogiri.


Di mata sesama anggota Polri, Sosok Aditia sangat baik dan ramah. Hal tersebut diungkapkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Joyosuran, Aiptu Samiun. Ia mengaku, pada saat almarhum menjadi Kapolsek Pasar Kliwon Solo, ia menjadi Humas Polsek Pasar Kliwon. “Kompol Aditia bukan sekadar pimpinan, melainkan pengayom yang membangun suasana kekeluargaan di lingkungan kerja. Sepanjang 26 tahun saya bertugas di Pasar Kliwon, baru beliau Kapolsek yang tidak hanya memberi perintah, tapi betul-betul merangkul bawahan,” kata Samiun.

Kehangatan almarhum Kompol Aditia, kata dia, juga terlihat hingga hari-hari terakhirnya sebelum insiden tragis di Wonogiri terjadi. Samiun mengenang, pada Jumat menjelang peristiwa di Wonogiri, almarhum sempat berkunjung ke Solo dan melaksanakan salat Jumat berjamaah dengannya. "Waktu itu almarhum sempat mengajak makan nasi kebuli. Karena warungnya tutup, beliau bilang dengan santai, 'Next time saja ya, Mas'. Itu momen kebersamaan dan percakapan terakhir saya bersama beliau," kenangnya.

Selain akrab dengan jajaran internal kepolisian, kata dia, Kompol Aditia dikenal piawai dalam melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat.

Salah satu rekam jejak kepemimpinannya yang berkesan yakni saat almarhum turun langsung merangkul warga bantaran sungai di wilayah Pasar Kliwon yang sempat menolak proyek penutupan tanggul.

“Almarhum tidak segan boncengan sepeda motor dengannya pada tengah malam untuk menemui tokoh-tokoh lokal dan warga sekitar pukul 23.30 WIB. Akhirnya warga melunak mau direlokasi. Itu jadi kenangan almarhum dan warga,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)


Baca juga:

4 Hektare Lahan Gunung Gandul Wonogiri Ludes Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan yang Sulit

#Jawa Tengah #Wonogiri #Polisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - 2 jam, 58 menit lalu
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Penanganan karhutla di Gunung Lawu membutuhkan kerja bersama pemerintah, TNI-Polri, BNPB, BPBD, Perhutani, dan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Indonesia
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Indonesia
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Polres Bogor usut kematian Bobotoh ARK (16) di KM 50 Cimandala usai laga Garudayaksa vs Persib. Kapolres periksa saksi. Simak selengkapnya!
Wisnu Cipto - Senin, 26 Oktober 2026
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Indonesia
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Seluruh pekerja yang beraktivitas di dalam pabrik obat ilegal beromzet miliaran rupiah tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Indonesia
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Saat ini, korban telah ditempatkan di rumah aman dengan pendampingan tim perlindungan anak UPTD PPA Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Indonesia
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Pabrik tersebut sebelumnya digrebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada pekan lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Bagikan