Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Irwan Meilano mengajak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ikut berkolaborasi dalam pembangunan lebih dari 5.000 kampung nelayan modern di seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.

“Pembangunan kampung nelayan tidak hanya berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai disiplin ilmu,” ujar Irwan, Minggu (25/10).

Menurutnya, pembangunan kampung nelayan modern mencakup berbagai persoalan, mulai dari penyimpanan dan pendinginan hasil tangkapan, energi, teknologi, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia. “Kita sedang membangun lebih dari 5.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia. Di tahun ini, kita bertekad lebih dari 1.000 selesai,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah juga tengah mengembangkan kawasan budi daya udang seluas lebih dari 14.000 hektare di wilayah utara Pulau Jawa yang tersebar mulai dari Brebes hingga Rembang. Pengembangan tersebut membutuhkan dukungan berbagai bidang keilmuan, seperti mikrobiologi, sensor, teknologi, hingga bisnis.

Baca juga:

KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih


“Kami melihat perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk mendukung pembangunan kampung nelayan. Ini secara khusus membuka peluang kolaborasi dengan UMS melalui berbagai program studi yang relevan,” kata dia.

Dia menegaskan kerja sama dengan kampus terbuka lebar untuk mewujudkan 1.000 kampung nelayan. Ia menyebut sejumlah fakultas dan program studi di UMS yang berpotensi terlibat, antara lain Fakultas Geografi, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kedokteran, Prodi Kesehatan Masyarakat, juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kolaborasi ini bisa terlaksana seperti melalui riset dan program kuliah kerja nyata (KKN) tematik.

“Keterlibatan perguruan tinggi penting karena pembangunan kampung nelayan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur,” kata dia.

Ia juga mengaitkan agenda tersebut dengan semangat Al-Ma’un yang menjadi salah satu nilai penting dalam gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, kemajuan akan memiliki makna ketika manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan. “Saya ingat ada semangat Al-Ma’un dari Kiai Ahmad Dahlan bahwa kemajuan itu baru bermakna pada saat dirasakan mereka yang paling lemah. Nelayan ialah bagian komunitas paling lemah dan paling miskin di Indonesia,” ungkapnya.

Irwan menegaskan pembangunan peradaban biru Indonesia membutuhkan sinergi berbagai pihak. Negara, perguruan tinggi, persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat pesisir perlu bergerak bersama untuk mewujudkan kawasan pesisir yang mandiri dan berkelanjutan. “Peradaban biru yang berkelanjutan merupakan kerja bersama, negara, kampus, persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat pesisir,” tegasnya.

Dekan Fakultas Geografi UMS Prof Jumadi menyampaikan keilmuan geografi memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan wilayah laut dan pengembangan ekonomi biru. Menurutnya, salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan yakni pemanfaatan teknologi remote sensing atau penginderaan jauh.

Jumadi menyambut peluang kerja sama yang ditawarkan Wamen KKP. Menurutnya, UMS dapat menginisiasi kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi biru melalui pemanfaatan keilmuan dan sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi.

“Kita juga ingin bekerja sama. Sebenarnya kesempatan ini kemarin sudah akan dikenalkan waktu di Bali. Kalau bisa hari ini kita akan coba inisiasi untuk kerja sama dengan Pak Wamen untuk pengembangan ekonomi biru ini,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Kemenhan Bantah Video Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Latihan Angkat Senjata sambil Merayap, Sebut sebagai Hoaks




#Jawa Tengah #Kampung Nelayan #Kementerian Kelautan Dan Perikanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Kolaborasi tersebut dinilai membutuhkan kontribusi lintas bidang keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi, termasuk UMS.
Dwi Astarini - 1 jam, 48 menit lalu
Dukung Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan di Indonesia, Wamen KKP Gandeng UMS
Indonesia
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Seluruh pekerja yang beraktivitas di dalam pabrik obat ilegal beromzet miliaran rupiah tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Pekerjakan Orang Luar Sukoharjo, Pabrik Obat Terlarang Raup Omzet Rp 3 Miliar per Hari
Indonesia
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Pabrik tersebut sebelumnya digrebek Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada pekan lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Polda Metro Bongkar Pabrik Obat Keras di Sukoharjo, Palsukan Izin Jadi Pabrik Botol dan Kardus
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Hewan tersebut diduga mati diterkam hewan buas Gunung Lawu.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Gunung Lawu Terbakar, Hewan Buas Diduga Memangsa 4 Kambing Warga
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Bea Cukai Surakarta mengamankan 12.866.052 batang rokok ilegal dan 164.400 ml MMEA. Potensi kerugian negara mencapai Rp12,53 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Bea Cukai Surakarta Musnahkan 12,8 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp12,53 Miliar
Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Berita
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Abu Bakar Ba’asyir diduga kelelahan setelah melakukan perjalanan untuk menghadiri pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Bagikan