3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi penen jagung di Sukohrjo, Jumat (2/10). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi Jateng mencatat sebanyak 3,7 juta ton jagung Jateng jadi penopang pangan nasional. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan produksi jagung Jateng pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton. Sementara itu, hingga September 2026, produksinya telah mencapai 2,68 juta ton.

“Jawa Tengah tetap meneguhkan diri sebagai lumbung pangan nasional. Tidak hanya padi, tetapi juga jagung,” kata Luthfi, Jumat (2/10).

Ia mengatakan besarnya produksi tersebut membuat Jateng menjadi salah satu daerah penting dalam pasokan jagung nasional. Berdasarkan Angka Tetap BPS 2025, produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional. Angka itu menempatkan Jateng sebagai produsen jagung terbesar kedua secara nasional.

“Capaian tersebut bukan semata soal meningkatkan produksi. Pemerintah harus memastikan petani memiliki lahan, air, pupuk, benih, hingga dukungan alat dan mesin pertanian yang memadai,” kata dia.

Dia menegaskan persoalan air menjadi salah satu perhatian utama sebab produktivitas lahan sangat bergantung pada kepastian pasokan air, terutama ketika petani harus berproduksi di tengah perubahan musim. “Masyarakat petani itu tidak akan bertanya tersier, sekunder, primer punya siapa. Prinsipnya airnya harus sampai (lahan pertanian),” tegasnya.

Baca juga:

Titiek Soeharto Minta Mitigasi El Nino Dipercepat demi Lindungi Ketahanan Pangan Nasional


Menurut Luthfi, sumber air untuk pertanian dapat diperkuat melalui berbagai skema, mulai sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi hingga embung. Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk agar petani tidak menghadapi kendala saat memasuki musim tanam. Ia optimistis produksi pangan Jateng masih dapat ditingkatkan. Salah satu indikasinya, panen jagung tetap berlangsung meski sebagian wilayah memasuki musim kemarau. Sementara itu, saat memasuki musim penghujan, luas tanam diperkirakan kembali meningkat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah De Fransisco Da Silva Tavares mengatakan panen di Sukoharjo menjadi bagian dari strategi menjaga produksi jagung Jateng. Hingga saat ini capaian produksi berada di kisaran 72 persen dari target 3,7 juta ton. Sukoharjo menjadi salah satu daerah yang ikut menopang produksi tersebut.

“Produksi kita sekarang sudah sekitar 72 persen dari target. Ini terus kita dorong sampai akhir tahun,” kata Frans, sapaan akrabnya.

Menurut dia, peningkatan produksi tidak cukup hanya dilakukan dari sisi budi daya. Infrastruktur pertanian, mekanisasi, benih, hingga penanganan pascapanen juga perlu diperkuat agar hasil panen memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani. Salah satunya melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Tahun ini, lebih dari 300 paket penanganan jaringan irigasi tersier dilakukan di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Pemerintah juga memberikan dukungan alat dan mesin pertanian untuk membantu petani sejak pengolahan lahan, penanaman, panen hingga pascapanen.

Dari sisi benih, Pemprov Jateng memberikan stimulan benih jagung hibrida melalui APBD untuk lahan seluas 3.200 hektare. Sementara dukungan APBN yang telah terealisasi melalui kontrak mencapai 87.867 hektare di 21 kabupaten dan dua kota. Dukungan tersebut menjadi penting karena jagung tidak hanya berkaitan dengan pendapatan petani, tetapi juga memiliki mata rantai ekonomi yang panjang.

Frans menyebut harga jagung pipilan saat ini berada di kisaran Rp 7.000-Rp 7.500 per kilogram, meski harga dipengaruhi kadar air.

“Harganya juga bagus. Saat ini jagung pipilan sudah sampai Rp7.000 lebih, bahkan Rp7.500. Tapi kadar air memengaruhi,” tandasnya.(Ismail/Jawa Tengah)



Baca juga:

GNTI Bersiap Panen Raya 1.500 Hektare Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

#Jagung #Pangan #Jawa Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Berita
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Abu Bakar Ba’asyir diduga kelelahan setelah melakukan perjalanan untuk menghadiri pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Indonesia
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Pihak pengemudi menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab melakukan perbaikan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Mobil Tabrak Tembok Cagar Budaya Mangkunegaran hingga Roboh, Perbaikan Dilakukan Sesuai Aturan
Indonesia
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
BMKG memprediksi musim hujan Jawa Tengah 2026-2027 dimulai November. El Nino kuat dan IOD positif diperkirakan membuat musim hujan mundur.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
El Nino Kuat Pengaruhi Musim Hujan Jateng, BMKG Prediksi Mulai November 2026
Indonesia
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke 33 kabupaten/kota di Jawa Tengah akibat kekeringan. Distribusi menjangkau 2,34 juta jiwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
33 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan, BPBD Jawa Tengah Salurkan 75,4 Juta Liter Air
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan yakni dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dan ketersediaan hunian.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemprov Jateng Targetkan Kemiskinan Turun Menjadi 8,70 Persen Akhir 2026
Tradisi
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Hari Jadi Kabupaten Kudus resmi digeser dari 23 September ke 23 Agustus mulai tahun 2027 berdasarkan kajian ilmiah Prasasti Masjid Menara Kudus.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Bukan Lagi 23 September! Hari Jadi Kota Kudus Geser ke 23 Agustus Mulai 2027
Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Bagikan