MERAHPUTIH.COM — MUSEUM Renoir di French Riviera dibobol pada Selasa (8/9) dini hari. Dua lukisan senilai jutaan euro raib. Polisi kini memburu dua pencuri yang menggondol lukisan berharga tersebut.
Wali Kota French Riviera Bryan Masson mengatakan dua pencuri menggunakan pisau listrik dan gergaji besi untuk membobol museum. Mereka bahkan memiliki informasi yang baik sebelum memotong pagar lalu mencuri empat lukisan dari museum.
Masson mengatakan para pencuri kemudian meninggalkan dua lukisan saat mereka melarikan diri melalui taman museum. Madame Colonna Romano dan Jeune femme au puits merupakan dua lukisan yang hingga kini masih hilang.
Bukan Pertama Kali Jadi Sasaran Pencurian
Renoir, seniman asal Prancis, merupakan salah seorang pelukis terkemuka dalam gerakan impresionisme. Ini juga bukan pertama kalinya karya-karyanya menjadi sasaran pencurian.
Pada Maret lalu, empat pria bertopeng membobol sebuah museum di dekat kota Parma, Italia, dan membawa kabur karya Renoir berjudul Les Poissons. Lukisan itu diperkirakan bernilai sekitar 3 juta euro atau sekitar Rp 61,31 miliar. Lukisan tersebut ditemukan kembali bulan lalu.
Kantor wali kota menyatakan segala upaya yang memungkinkan sedang dilakukan untuk menemukan para pencuri dan memulihkan kedua lukisan yang hilang.
Baca juga:
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib
Pencuri akan Kebingunan dalam Menjual Lukisan
Meski lolos dengan dua lukisan berharga karya Renoir, para pencuri disebut tidak akan mudah menghasilkan uang dari barang curian mereka. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, menurut detektif seni Arthur Brand, lukisan curian pernah digunakan sebagai jaminan di dunia kriminal.
Pada 2016, seorang pemimpin mafia yang ditangkap dilaporkan memberi tahu polisi mengenai dua lukisan Van Gogh yang dicuri. Menurut Brand, informasi tersebut kemudian digunakan sang pemimpin mafia untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan atas kasus kriminal yang dihadapinya.
Lukisan memang jauh lebih sulit dijual. Sekitar 10 tahun lalu, para pencuri mulai beralih menargetkan barang-barang yang lebih mudah dijual kembali. Sebuah laporan terbaru Europol menyebut para pelaku kejahatan semakin banyak mengincar logam mulia, batu permata, serta artefak bernilai budaya, termasuk porselen China.
“Logam mulia dapat dengan mudah dilebur sehingga tidak meninggalkan jejak bagi aparat penegak hukum dan memudahkan penjualan ilegal dalam proses penjualan barang curian. Sementara itu, batu mulia pada perhiasan dapat dengan mudah dilepas dan dijual kembali,” kata badan kepolisian Eropa, dikutip BBC.
“Meski saat ini lebih banyak benda dari emas dan perak yang dicuri, pencurian karya seni, khususnya lukisan, tentu saja masih terjadi,” kata Brand.
Menurut Brand, tidak seorang pun akan mau membeli lukisan-lukisan curian tersebut karena lukisan itu sudah tercatat di setiap basis data dan diberitakan di surat kabar.
“Karena itu, para pencuri mungkin tidak tahu harus berbuat apa dengan lukisan tersebut. Pada akhirnya, lukisan-lukisan itu amat mungkin akan ditemukan kembali,” tambahnya.(dwi)
Baca juga:
Dua Tersangka Pencurian Museum Louvre Mengakui Keterlibatan Mereka, tapi hanya Sebagian