Dua Maling Lukisan Renoir masih Buron, Diduga Kebingungan Jual Hasil Curian

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Dua Maling Lukisan Renoir masih Buron, Diduga Kebingungan Jual Hasil Curian

Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MUSEUM Renoir di French Riviera dibobol pada Selasa (8/9) dini hari. Dua lukisan senilai jutaan euro raib. Polisi kini memburu dua pencuri yang menggondol lukisan berharga tersebut.

Wali Kota French Riviera Bryan Masson mengatakan dua pencuri menggunakan pisau listrik dan gergaji besi untuk membobol museum. Mereka bahkan memiliki informasi yang baik sebelum memotong pagar lalu mencuri empat lukisan dari museum.

Masson mengatakan para pencuri kemudian meninggalkan dua lukisan saat mereka melarikan diri melalui taman museum. Madame Colonna Romano dan Jeune femme au puits merupakan dua lukisan yang hingga kini masih hilang.



Bukan Pertama Kali Jadi Sasaran Pencurian



Renoir, seniman asal Prancis, merupakan salah seorang pelukis terkemuka dalam gerakan impresionisme. Ini juga bukan pertama kalinya karya-karyanya menjadi sasaran pencurian.

Pada Maret lalu, empat pria bertopeng membobol sebuah museum di dekat kota Parma, Italia, dan membawa kabur karya Renoir berjudul Les Poissons. Lukisan itu diperkirakan bernilai sekitar 3 juta euro atau sekitar Rp 61,31 miliar. Lukisan tersebut ditemukan kembali bulan lalu.

Kantor wali kota menyatakan segala upaya yang memungkinkan sedang dilakukan untuk menemukan para pencuri dan memulihkan kedua lukisan yang hilang.

Baca juga:

Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib



Pencuri akan Kebingunan dalam Menjual Lukisan





Meski lolos dengan dua lukisan berharga karya Renoir, para pencuri disebut tidak akan mudah menghasilkan uang dari barang curian mereka. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, menurut detektif seni Arthur Brand, lukisan curian pernah digunakan sebagai jaminan di dunia kriminal.

Pada 2016, seorang pemimpin mafia yang ditangkap dilaporkan memberi tahu polisi mengenai dua lukisan Van Gogh yang dicuri. Menurut Brand, informasi tersebut kemudian digunakan sang pemimpin mafia untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan atas kasus kriminal yang dihadapinya.

Lukisan memang jauh lebih sulit dijual. Sekitar 10 tahun lalu, para pencuri mulai beralih menargetkan barang-barang yang lebih mudah dijual kembali. Sebuah laporan terbaru Europol menyebut para pelaku kejahatan semakin banyak mengincar logam mulia, batu permata, serta artefak bernilai budaya, termasuk porselen China.

“Logam mulia dapat dengan mudah dilebur sehingga tidak meninggalkan jejak bagi aparat penegak hukum dan memudahkan penjualan ilegal dalam proses penjualan barang curian. Sementara itu, batu mulia pada perhiasan dapat dengan mudah dilepas dan dijual kembali,” kata badan kepolisian Eropa, dikutip BBC.

“Meski saat ini lebih banyak benda dari emas dan perak yang dicuri, pencurian karya seni, khususnya lukisan, tentu saja masih terjadi,” kata Brand.

Menurut Brand, tidak seorang pun akan mau membeli lukisan-lukisan curian tersebut karena lukisan itu sudah tercatat di setiap basis data dan diberitakan di surat kabar.

“Karena itu, para pencuri mungkin tidak tahu harus berbuat apa dengan lukisan tersebut. Pada akhirnya, lukisan-lukisan itu amat mungkin akan ditemukan kembali,” tambahnya.(dwi)

Baca juga:

Dua Tersangka Pencurian Museum Louvre Mengakui Keterlibatan Mereka, tapi hanya Sebagian

#Museum Renoir #Prancis #Lukisan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Dunia
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Dunia
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Vinted, yang didirikan di Lituania pada 2008, telah berkembang menjadi salah satu pasar barang bekas terbesar di Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Bagikan