MERAHPUTIH.COM — SEORANG pencari obat mendapat rezeki nomplok. Saat beraktivitas di Gunung Jiri, Korea Selatan, ia menemukan 11 akar ginseng liar yang diperkirakan bernilai lebih daripada 100 juta won (sekitar Rp 1,3 miliar). Tentunya, ini menjadi penemuan membuat pemburu ginseng bersorak kegirangan.
Seperti dilansir Korean Traditional Simmani Association, seorang ahli tanaman obat berusia 50-an baru-baru ini menemukan akar-akar tersebut di ketinggian sekitar 800 meter dekat Odojae Pass, Kabupaten Hamyang, Provinsi Gyeongsang Selatan. Asosiasi tersebut mengumumkan penemuan itu pada Senin (7/9). Di Korea, para pemburu ginseng dikenal dengan sebutan Simmani.
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, istilah untuk ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Kelompok ginseng yang baru ditemukan itu terdiri dari satu keluarga yang mencakup lima generasi. Akar ‘induk’ tertua diperkirakan berusia sekitar 100 tahun, sedangkan keturunan termudanya diyakini telah berusia setidaknya 20 tahun. Ke-11 akar tersebut memiliki berat total 76 gram dan ditaksir bernilai 120 juta won atau sekitar Rp 1,6 miliar.
“Ini merupakan penemuan yang sangat berharga, yang diperoleh dalam kondisi pendakian yang sangat sulit setelah lebih dari tiga bulan hujan deras dan cuaca panas yang tidak biasa pada musim panas ini,” kata Kepala Korean Traditional Simmani AssociationJeong Hyeong-beom.
Baca juga:
Bulan lalu, keluarga lain yang terdiri dari sembilan akar ginseng liar cheonjong dari setidaknya empat generasi ditemukan di Gunung Baegun, Gwangyang, Provinsi Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City. Akar induknya diperkirakan berusia sekitar 80 tahun, sedangkan seluruh kelompok tersebut ditaksir bernilai 130 juta won atau sekitar Rp 1,7 miliar.
Pada Januari 2023, akar ginseng liar langka yang disebut sebagai ginseng liar terbesar di dunia juga ditemukan di pegunungan Suncheon, Provinsi Jeonnam-Gwangju Special Metropolitan City. Usianya tidak dapat ditentukan, tetapi beratnya mencapai 415 gram dan ditaksir bernilai 680 juta won atau sekitar Rp 9 miliar.(dwi)
Baca juga: