JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal

JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal.(Foto: Tika Ayu/Merahputih.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TREN K-beauty semakin merambah pasar muslim. Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.

Kehadiran produk kecantikan halal tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan industri kecantikan Korea Selatan dengan konsumen Indonesia yang memiliki kebutuhan terhadap produk kecantikan sesuai dengan standar halal.

CEO of Marketing and Promotion World Wide Trade Promotion Andrew Soh mengatakan ketertarikan produsen Korea Selatan terhadap produk halal terus berkembang. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar yang dibidik karena memiliki populasi muslim yang besar.

"Karena mereka mau penetrasi pasar di Indonesia, dia akan tampilkan K-Halal supaya orang tahu ini produk untuk mereka halal," ujar Andrew dalam Grand Opening JIPREMIUM 2026, Kamis (3/9).

Baca juga:

Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal


Halal Mulai Dipandang sebagai Gaya Hidup



Menurut Andrew, peningkatan minat produsen Korea Selatan terhadap produk halal tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan konsumen muslim. Halal juga mulai dikaitkan dengan tren clean living, healthy living, dan wellness.

"Halal itu bukan hanya untuk Islam, melainkan halal itu terkait dengan clean living, yang healthy living," jelasnya.

Pandangan tersebut membuat produk halal semakin memiliki pasar yang luas. Di Korea Selatan, kesadaran terhadap produk halal disebut terus berkembang, sedangkan di Asia Tenggara permintaannya juga semakin mendapat perhatian.

Beberapa jenama makeup hadir di K-Halal Pavillion di antaranya Essensially, Tidy Lab, Lee Yub Bio, dan maklon Cosnco Lab.


Bidik Pasar Indonesia



Andrew mengatakan Indonesia menjadi salah satu tujuan penting bagi produsen Korea Selatan yang ingin memperluas pasar produk halal.

"Indonesia itu negara muslim terbesar ya, populasi di dunia. Mereka juga mau memuaskan konsumen di Indonesia. Maka dia pikir produk mereka harus ada sertifikasi halal dulu," ujarnya.

Untuk membantu produsen Korea memahami ketentuan yang berlaku di Indonesia, penyelenggara juga menghadirkan Badan POM dalam kegiatan tersebut. Edukasi diberikan agar pelaku usaha memahami proses dan ketentuan produk yang akan dipasarkan di Indonesia.(tka)

Baca juga:

KOREA SPOTLIGHT INDONESIA Siap Perkenalkan Warna Baru Musik 'Negeri Ginseng' di Jakarta





#Kosmetik #Makeup #Make-up Korea #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Halal Pavilion kembali hadir dalam JIPREMIUM 2026 dengan menghadirkan produk-produk asal Korea Selatan, termasuk makeup yang telah tesertifikasi halal.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
JIPREMIUM 2026 Hadirkan K-Halal Pavilion kembali, Bawa Makeup Korea Besertifikat Halal
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Bagikan