MERAHPUTIH.COM — SAWI putih kini jadi sumber kecemasan baru di Korea Selatan. Hal itu terjadi setelah otoritas China meluncurkan pemeriksaan keamanan pangan secara nasional setelah sejumlah penjual sawi putih di China bagian utara diketahui menggunakan larutan formaldehida untuk menjaga kesegaran sayuran. Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Formaldehida diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1, yakni zat yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia.
Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR) pada Minggu (23/8) mengatakan telah memerintahkan otoritas setempat menyelidiki dan segera menangani penggunaan larutan formaldehida di Kabupaten Kangbao, Zhangjiakou, Provinsi Hebei. Pernyataan tersebut dikutip kantor berita pemerintah China, Xinhua, pada Senin.
Bersama Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara dan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, SAMR juga memerintahkan otoritas untuk melacak jalur distribusi sawi putih yang terdampak serta mencegahnya masuk ke pasar.
Otoritas di berbagai wilayah juga diminta melakukan pengambilan sampel khusus dan pemeriksaan pasar secara nasional, dengan sasaran kubis serta sayuran lain yang mudah membusuk.
Video Pendek Ungkap Penggunaan Formaldehida
Kasus tersebut terungkap setelah sebuah akun di Douyin, platform media sosial China yang merupakan versi lokal TikTok, mengunggah video yang direkam di sebuah lahan perkebunan kubis di Kabupaten Kangbao.
Dalam rekaman terlihat para pekerja mengambil kubis satu per satu dan mencelupkan bagian pangkalnya ke dalam wadah berisi cairan sebelum memasukkannya ke truk.
Beberapa wadah bertuliskan “larutan formaldehida” juga terlihat di lokasi.
Seseorang yang berada di tempat tersebut mengatakan dalam video bahwa perlakuan tersebut dapat membuat kubis tetap segar selama tambahan dua hingga tiga hari.
“Penyelidikan awal mengonfirmasi bahwa tuduhan yang disampaikan dalam video tersebut benar,” kata Pemerintah Kabupaten Kangbao.
Menurut pemerintah setempat, praktik tersebut merupakan tindakan ilegal yang dilakukan seorang pembeli untuk menjaga kesegaran sayuran selama proses pengangkutan.
Pihak keamanan setempat telah mengambil tindakan dan masih melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Kasus ini kemudian memicu kekhawatiran di kalangan pelaku distribusi produk pertanian di China.
Pasar Terbesar Beijing Pastikan Sawi Putih Terdampak Tidak Masuk
Otoritas Distrik Fengtai, Beijing, mengatakan pada Minggu bahwa Pasar Xinfadi, pasar grosir produk pertanian terbesar di Beijing, telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur pasokannya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kubis dari wilayah yang terdampak tidak masuk ke pasar tersebut.
Sementara itu, Pasar Sayuran Zhongcai di Nanjing melarang sepenuhnya masuknya kubis dari Kabupaten Kangbao dan mewajibkan pemeriksaan formaldehida terhadap kubis yang dipasok dari wilayah lain.
Hingga kini belum diketahui seberapa luas kubis yang terdampak telah didistribusikan di dalam China atau apakah sebagian di antaranya telah diekspor ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan.
Korea Selatan Perketat Pemeriksaan Sawi Putih Impor China
Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan (MFDS) mengatakan pada Senin bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di China dan sejumlah jalur lainnya untuk memastikan apakah kubis yang terkait kasus formaldehida tersebut telah diekspor ke Korea Selatan.
“Kami sedang memeriksa apakah kubis China yang terkait dengan penggunaan formaldehida telah diekspor ke Korea melalui Kedutaan Besar Korea di China dan jalur lainnya,” kata kementerian tersebut.
“Kami juga telah memperketat pemeriksaan impor terhadap kubis China dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika informasi tambahan telah dikonfirmasi,” lanjutnya.(dwi)
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Ilustrasi kimchi.(foto: pexels-makafood)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Bagikan
Follow Me
Berita Terkait
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kuliner
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Dunia
Roket Long March 7A China Gagal Sentuh Orbit Bumi, Satelit ChinaSat-4B Hancur Berkeping-keping
Peluncuran roket Long March 7A milik China yang membawa satelit ChinaSat-4B berakhir gagal akibat anomali penerbangan di Hainan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 11 Agustus 2026
Dunia
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026