Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 55 menit lalu
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan

Jalur Topan Dholpin (foto: Instagram @elaine.white.522)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TOPAN Dolphin melanda pantai timur China pada Minggu (9/8) malam. Topan ini memaksa lebih dari 300 ribu orang mengungsi sebagai langkah antisipasi dan membuat dua bandara di Shanghai membatalkan lebih dari 1.300 penerbangan. Badai tersebut membawa hujan deras ke Taiwan bagian utara sehari sebelumnya.

Dolphin menerjang Kota Taizhou di Provinsi Zhejiang dan wilayah utara Provinsi Fujian yang berbatasan dengan Zhejiang. Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat. Badai juga menyebabkan gelombang besar ke garis pantai kota. Hujan deras meningkatkan risiko banjir parah di Zhejiang. Pihak berwenang memperingatkan adanya risiko tanah longsor yang tinggi.

Media pemerintah setempat, The Paper, melaporkan Bandara Hongqiao dan Pudong di Shanghai membatalkan sekitar 60 persen penerbangan yang dijadwalkan pada Minggu.

Prakiraan cuaca China menyebut sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan curah 200–400 milimeter dalam beberapa hari mendatang. Bagian luar badai tersebut menghantam Taiwan bagian utara pada Sabtu, termasuk ibu kota Taipei, dan membawa hujan. Sejumlah maskapai Taiwan telah membatalkan penerbangan menuju China pada Minggu.

Pada Sabtu malam, pihak berwenang di Zhejiang mengevakuasi sekitar 390 ribu orang di Kota Taizhou. Sementara itu, pemerintah Shanghai mengevakuasi lebih dari 30 ribu orang dari wilayah yang dinilai berisiko. Pemerintah Zhejiang juga menghentikan sementara layanan feri dan kapal pesiar.

Baca juga:

259 Orang Tewas, 114 Hilang Akibat Topan Fung-wong dan Kalmaegi di Filipina



Topan Juga Menerjang Filipina


Sementara itu, di Filipina, lima orang diselamatkan dan tujuh lainnya masih hilang setelah tanah longsor menerjang tiga rumah di kota wisata pegunungan Baguio, wilayah utara, pada Minggu. Pejabat mengatakan tanah longsor tersebut dipicu hujan monsun deras selama berhari-hari yang diperparah Topan Dolphin.

Sebelumnya, Dolphin memperkuat hujan monsun musiman di Filipina. Hal itu memicu banjir dan tanah longsor, termasuk longsor yang menerjang tiga rumah pada Minggu.

Banyak wilayah di Luzon Utara, termasuk kawasan metropolitan Manila yang padat penduduk, dilanda banjir. Lebih dari 12.000 orang terpaksa mengungsi, sedangkan sejumlah kota dan daerah di wilayah utara menutup sekolah pada Jumat dan Sabtu.

Pejabat Filipina menyebut hujan monsun tersebut didahului badai tropis yang menewaskan sedikitnya enam orang pada pekan lalu, termasuk empat warga desa. Mereka tewas akibat tanah longsor dan longsoran batu di Provinsi Benguet dan Rizal di Luzon.(dwi)

Baca juga:

Topan Kalmaegi Bergerak ke Kamboja, Tewaskan 193 Orang di Filipina dan Vietnam

#Bencana Alam #China #Angin Topan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Badai tersebut membawa angin kencang dengan kecepatan diperkirakan mencapai 151 km per jam saat mendarat.
Dwi Astarini - 2 jam, 55 menit lalu
Topan Dolphin Mengamuk di Pantai Timur China, Sedikitnya 1.300 Penerbangan Dibatalkan
Dunia
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
setidaknya 124 ribu keluarga atau 486 ribu orang terdampak bencana akibat hujan lebat dan banjir di sejumlah wilayah Filipina hingga Minggu pukul 18:00 waktu setempat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Badai Muson Habagat Landa Filipina, 8 Orang Tewas dan 486 Ribu Orang Terdampak
Indonesia
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Dudy belum dapat memastikan proyek pembangunan yang mana yang akan berjalan lebih duluan karena tergantung pada penilaian investor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenhub Ajak China dan Rusia Bangun Jalur Kereta Trans Kalimantan
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Gempa dahsyat itu menyebabkan sejumlah orang terjebak dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Dunia
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Indonesia
Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang
Penanaman pohon adalah langkah taktis wujud nyata penerapan praktik pertanian regeneratif yang memadukan prinsip keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang
Bagikan