Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi

Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RTT) Xi Jinping. (Dok. Prabowo Subianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Pemerintah Tiongkok memecat dua orang jenderal senior di Komisi Militer Pusat dari keanggotaan militer dan Partai Komunis China (PKC). Pengumuman ini muncul beberapa hari sebelum Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertolak ke AS untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Donald Trump.

Pengumuman ini juga dikeluarkan sebelum pertemuan penting partai pada Oktober yang membahas tata kelola dan disiplin internal partai. Dua jenderal tersebut dianggap melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan diduga melakukan tindak pidana terkait jabatan. Kedua jenderal yang dipecat adalah Zhang Youxia dan Liu Zhenli.

Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC), badan komando militer tertinggi di China, sedangkan Liu adalah anggota CMC sekaligus kepala staf Departemen Staf Gabungan CMC.

Berdasarkan 'Peraturan Partai Komunis China tentang Sanksi Disiplin dan ketentuan terkait lainnya, setelah dibahas dalam rapat tetap Komisi Militer Pusat dan diajukan untuk dibahas dalam rapat Biro Politik Komite Sentral, diputuskan untuk memecat Zhang Youxia dan Liu Zhenli dari keanggotaan partai,

demikian diberitakan media pemerintah China seperti yang diakses ANTARA di Beijing, Rabu (24/9).

Komisi Inspeksi Disiplin dan Pengawasan Komisi Militer Pusat menyelidiki kasus keduanya sejak Januari 2026. Keduanya dicopot dari Komisi Militer Pusat pada akhir Agustus.

Dari pemeriksaan, disebutkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli "mengkhianati cita-cita awal dan misi mereka, menjauh dari partai secara pemikiran dan tindakan, kehilangan prinsip kepartaian, serta melanggar batas-batas yang tidak boleh dilampaui".

Keduanya melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan aturan politik, membentuk kelompok-kelompok kecil, serta tidak setia dan tidak jujur kepada partai; melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin organisasi dengan memanfaatkan jabatan untuk membantu orang lain memperoleh promosi jabatan dan keuntungan lainnya serta menerima uang dalam jumlah sangat besar,

demikian disebutkan dalam pemberitaan tersebut.

Mereka juga melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin integritas dengan menerima hadiah dan uang secara tidak sesuai aturan; melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin kerja dengan tidak melaksanakan tanggung jawab politik untuk menegakkan tata kelola partai secara menyeluruh dan ketat.

Selain itu, keduanya juga melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin kehidupan pribadi dengan lalai mendidik dan mengawasi kerabat serta staf di sekitar mereka. Meski tidak disebutkan siapa staf yang dimaksud dan juga berapa jumlah uang yang keduanya terima, pemberitaan itu menyebut masalah politik dan ekonomi saling terkait dalam perkara keduanya.

Korupsi dan pengumpulan kekayaan berjalan bersamaan dengan kelalaian serta penyalahgunaan tugas. Nilai perkara sangat besar, sifat pelanggarannya amat serius, dan dampaknya sangat buruk,

demikian tertulis.

Dugaan tindak pidana keduanya kemudian diserahkan ke lembaga kejaksaan militer untuk diperiksa dan dituntut sesuai hukum. Sanksi pemecatan Zhang dan Liu dari keanggotaan partai akan disahkan kemudian dalam sidang pleno Komite Sentral.

Penanganan tegas terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli sepenuhnya menunjukkan sikap jelas Komite Sentral Partai dan Komisi Militer Pusat untuk meneruskan perjuangan melawan korupsi hingga tuntas. Pemberantasan korupsi tidak mengenal area terlarang, mencakup semua pihak, dan menerapkan 'zero tolerance', tidak boleh ada tempat persembunyian bagi pelaku korupsi di tubuh militer,

.

Pengumuman itu menjadikan Komisi Militer Pusat yang menjadi badan militer tertinggi China hanya tersisa dua orang yaitu Presiden Xi Jinping dan wakilnya, Zhang Shengmin, jenderal Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang menjadi sebagai Wakil Ketua Kedua Komisi Militer Pusat sekaligus Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin, lembaga antikorupsi tertinggi Partai Komunis China.

Baik Zhang maupun Liu baru menjabat jabatan mereka pada 12 Maret 2023 saat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14. Zhang juga pernah menjadi anggota Politbiro elit Partai Komunis yang berkuasa dan merupakan salah satu dari sedikit perwira terkemuka yang memiliki pengalaman tempur.

Pada periode 1980-an, ia bahkan ditampilkan partai sebagai bukti bahwa generasi muda Tiongkok berikutnya akan tetap setia pada revolusi. Zhang Youxia juga punya pengalaman tempur langsung yaitu bertempur di garis depan dalam perang perbatasan dengan Vietnam pada 1979, di mana ia dengan cepat mendapatkan promosi. Ia kembali bertempur melawan Vietnam pada 1984.

#China #Xi Jinping #Koruptor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kuliner
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Video terverifikasi memperlihatkan sejumlah orang mencelupkan kubis ke dalam larutan sebelum memasukkannya ke truk untuk diangkut.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Sawi Putihnya Dikabarkan Diawetkan dengan Formaldehida, China Gerak Cepat Gelar Penyelidikan
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Indonesia
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
"Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok itu berlangsung dengan sangat akrab dan kita akan komitmen untuk meningkatkan kerja sama ini," jelas Sjafrie.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Militer China Perdalam Kerja Sama Dengan Indonesia, Tangkal Ragam Ancaman di Kawasan.
Indonesia
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH)
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Amran Bersih Bersih Kementan, Copot 14 Pejabat
Bagikan