AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 35 menit lalu
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes

DeepSeek-R2 segera meluncur akhir Agustus 2025. Foto: Dok. DeepSeek

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat melarang perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, Hangzhou DeepSeek, engakses jaringan badan sipil federal dengan alasan adanya risiko spionase dan keamanan siber.

Model-model DeepSeek menghadirkan berbagai vektor ancaman,

kata Penasihat Umum Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, James Percival, dalam arahan tersebut.

Percival memperingatkan, server perusahaan tersebut beroperasi di China, di mana undang-undang domestik "memberikan wewenang luas kepada badan siber dan intelijen pemerintah untuk mengakses infrastruktur perusahaan swasta."

Arahan tersebut menyatakan bahwa struktur interaktif platform itu dapat membuat kueri operasional yang sensitif menjadi terpapar terhadap intersepsi oleh pihak asing.

Baca juga:

HyperOS 4 Resmi Meluncur di China, ini Daftar HP Xiaomi yang Dapat Update

Disebutkan pula bahwa pengiriman informasi ke China "dapat menghasilkan intelijen yang dapat ditindaklanjuti mengenai warga AS dan/atau program-program pemerintah."

Menurut departemen tersebut, penilaian independen menemukan kerentanan kritis dalam perangkat lunak seluler pengembang itu, serta risiko pengambilan sidik jari digital pengguna.

Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.

Otoritas federal juga harus mengeluarkan perusahaan tersebut dari daftar produk yang disetujui. Untuk fungsi-fungsi yang sangat krusial bagi misi lembaga, instansi terkait dapat mengajukan permohonan pengecualian secara tertulis dalam waktu 60 hari melalui Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA).

Selama proses penghapusan berlangsung, badan-badan tersebut diinstruksikan untuk menerapkan langkah-langkah keamanan siber sementara, termasuk peningkatan pencatatan aktivitas jaringan (logging), kontrol ketat terhadap transfer data keluar, serta pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi lalu lintas jaringan yang tidak wajar.

Beijing pada Selasa (20/10) menentang langkah baru AS yang menyasar perusahaan China tersebut.

"China secara konsisten menentang penyalahgunaan konsep keamanan nasional serta politisasi isu-isu sains, teknologi, ekonomi, dan perdagangan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, kepada para wartawan di Beijing.

"China akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan-perusahaan China," tambahnya.

Pelarangan ini terjadi di tengah persaingan teknologi yang kian memanas dengan Beijing. (*)

#China #Amerika Serikat #DeepSeek AI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 35 menit lalu
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan