Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 35 menit lalu
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang

Ilustrasi Hello Kitty. (foto: pexels-bylukemiller)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SANRIO, perusahaan di balik karakter Hello Kitty, mendapati terjebak dalam perseteruan dua negara. Akibatnya, Sanrio menyampaikan permohonan maaf dan mengakhiri kemitraan barang dagangan (merchandise) dengan sebuah acara TV Jepang. Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.

Vivant, sebuah serial thriller mata-mata yang populer, mendapat kritik tajam dari media pemerintah China dan para pengguna media sosial ‘Negeri Tirai Bambu’ atas penggambaran tentang para agen China yang menggunakan taktik penyiksaan kejam terhadap seorang agen Jepang.

Kritik tersebut turut berimbas pada karakter Hello Kitty yang dicintai secara internasional beserta teman-temannya, termasuk My Melody dan Cinnamoroll, yang sempat ditampilkan dalam produk merchandise dengan mengenakan pakaian seperti para karakter di acara tersebut.

Sanrio menyatakan telah menghentikan kolaborasi mereka dengan Vivant setelah menilai acara tersebut mengandung elemen-elemen yang tidak sejalan dengan nilai-nilai utama Sanrio. "Sejak awal berdiri, Sanrio konsisten menggunakan karakter-karakternya untuk menyampaikan nilai-nilai seperti kepedulian dan keterhubungan, serta tetap berkomitmen pada filosofi perusahaan untuk memupuk keharmonisan di antara semua orang," kata Sanrio dalam pernyataan resminya pada Rabu (28/10) malam.

Baca juga:

Rayakan 50 Tahun Hello Kitty, Emas Hello Kitty Dirilis


Pihak Sanrio menyatakan akan menyikapi masukan terkait dengan insiden ini dengan sangat serius. “Di masa depan, kami akan memperketat proses peninjauan untuk seluruh proyek kolaborasi mendatang,” imbuh mereka.

Terjebak dalam Perseteruan 2 Negara



Hubungan China-Jepang telah merosot ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan pada November 2025 memicu gejolak diplomatik. Saat menjawab pertanyaan di parlemen kala itu, Takaichi mengisyaratkan Jepang akan mengaktifkan pasukan pertahanan diri jika China menyerang Taiwan.

Sejak saat itu, Beijing terus menekan Tokyo, mulai dari membatasi ekspor logam tanah jarang, membatasi pariwisata, hingga menarik kembali panda-pandanya. Takaichi menyampaikan kepada parlemen awal bulan ini bahwa ia telah merekam episode-episode Vivant dan berencana untuk menontonnya selama liburan akhir tahun.

Media pemerintah China Global Times melayangkan kritik pedas kepada Sanrio pada Rabu, dengan menyatakan bahwa karakter kucing yang sangat populer tersebut seharusnya tidak menari bersama kelompok sayap kanan Jepang. Sanrio berisiko kehilangan jauh lebih banyak daripada sekadar penjualan jangka pendek dengan berkolaborasi bersama konten anti-China itu.

"Kepercayaan dan ikatan emosional yang telah dibangun sejak lama juga akan menanggung dampaknya,” katanya.

Ketika ditanya mengenai pembatalan kemitraan Sanrio dengan Vivant, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada Kamis, mengatakan insiden tersebut harusnya menjadi peringatan bagi komunitas internasional dan orang-orang yang berpikiran jernih di Jepang.

Vivant mengisahkan tentang seorang pekerja kantoran asal Jepang yang mendapati dirinya terjerat dalam jaringan kejahatan dan spionase internasional. Musim pertama Vivant, yang tayang pada 2023, berlatar di sebuah negara fiktif di Asia Tengah. Sementara itu, musim keduanya, yang tayang perdana pada Juli, menampilkan para agen China yang menyiksa seorang mata-mata Jepang dengan memotong jari-jarinya dan menusuk perutnya.

Media pemerintah China, termasuk CCTV, berpendapat taktik-taktik tersebut sangat mirip dengan taktik yang secara historis digunakan pasukan Jepang terhadap warga China dan menganggap drama tersebut memutarbalikkan kebenaran.

Masamine Ryuho, presiden dari jaringan TV penyiar Vivant, TBS, menyatakan pada Rabu bahwa acara tersebut murni fiktif dan tidak memiliki niat untuk mendiskreditkan negara mana pun.

Hello Kitty bukanlah satu-satunya figur favorit internasional yang menghadapi kecaman keras di China dalam beberapa hari terakhir. Awal minggu ini, beberapa merek China memutuskan hubungan kerja sama dengan pesepak bola asal Prancis, Kylian Mbappe, atas komentar yang ia sampaikan mengenai mendiang pemimpin Tiongkok, Mao Zedong. Belakangan, Mbappe telah menyampaikan permohonan maaf.(dwi)

Baca juga:

Takashi Murakami Berkolaborasi dengan Hello Kitty

#Hello Kitty #Jepang #China
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.
Dwi Astarini - 1 jam, 35 menit lalu
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Indonesia
Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi beberkan 3 alasan utama memburuknya krisis keamanan di Asia Tenggara pada ADMM Cebu. Simak penjelasannya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara
Olahraga
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Kylian Mbappe meminta maaf atas komentar kontroversial tentang Mao Zedong yang memicu kemarahan publik China. Simak respons Kementerian Luar Negeri China
Frengky Aruan - Rabu, 28 Oktober 2026
Kylian Mbappe Minta Maaf soal China, Kementerian Luar Negeri Beri Respons Singkat
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
ShowBiz
PSYCHIC FEVER Bakal Sapa Penggemar Indonesia, Bawa Album Terbaru 'DIFFERENT' ke Jakarta
PSYCHIC FEVER from EXILE TRIBE kembali ke Jakarta untuk memperkenalkan album DIFFERENT. Grup ini merekomendasikan lagu 'I Got Ways' sebagai single unggulan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
PSYCHIC FEVER Bakal Sapa Penggemar Indonesia, Bawa Album Terbaru 'DIFFERENT' ke Jakarta
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Indonesia
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Bagikan