MerahPutih.com - Bencana banjir bandang secara mendadak meluluhlantakkan Nagari Batang Barus di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, usai diguyur hujan berintensitas tinggi sejak Senin (21/9/2026) malam.
Dampak terjangan arus air bah yang membawa material lumpur serta pepohonan ini menelan korban jiwa dan merusak puluhan pemukiman warga hingga kompleks perkantoran daerah.
Pembaruan data tim SAR gabungan hingga Selasa petang tadi, akhirnya mengonfirmasi satu warga berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian intensif.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia,
Kepala SAR Padang Abdul Malik di Padang, Selasa (22/9).
Baca juga:
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
SAR Sisik Sungai Koto Gaek Cari Korban Hilang
Jasad korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek yang berbatasan dengan daerah Jawi-jawi, Kabupaten Solok. Lokasi penemuan penuh dengan sisa material banjir berupa longsoran berupa pasir, batu, dan lumpur
Tim SAR gabungan masih terus bergerak menyusuri aliran sungai untuk mencari sisa korban yang hilang. Dilansir Antara, pencarian melibatkan sekitar 600 orang gabungan personel dari berbagai instansi serta dibantu warga setempat.
Baca juga:
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Korban dan Dampak Bencana Banjir Bandang Solok Sementara
-
Korban Jiwa: 1 warga meninggal dunia, 1 warga masih hilang (dalam pencarian), 1 luka berat, dan 3 luka ringan.
-
Kerusakan Permukiman: Sekitar 100 rumah warga terdampak material lumpur dan air banjir.
-
Kerusakan Fasilitas Publik: 11 kantor pemerintahan di kawasan Arosuka ikut terdampak material kayu serta lumpur.
-
Kerugian Kendaraan: 21 unit mobil dan 7 unit sepeda motor dilaporkan mengalami kerusakan.
-
Pengungsian: Sedikitnya 9 KK atau 32 jiwa (data BPBD) hingga 50 warga (data BNPB) kini menempati lokasi pengungsian sementara.
Proses pendataan jumlah korban serta kerusakan fasilitas publik akibat banjir bandang masih terus berkembang dinamis seiring pembersihan material kayu yang menyumbat jalur utama.