Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan

Kementerian PU kebut pemulihan pascabanjir bandang padang. (Foto: Dok. Kementerian PU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mempercepat penanganan dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, melalui perbaikan alur sungai, pemulihan akses air bersih, dan pembangunan tanggul darurat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus memulihkan akses masyarakat di kawasan terdampak.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah merampungkan pembangunan tanggul darurat sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter di kawasan Perumahan Lumin Park, sepanjang aliran Sungai Batang Air Dingin yang berhadapan dengan permukiman warga.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, Selasa (13/10), pemerintah terus mempercepat penanganan dampak bencana dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga.

Pemerintah bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas,

Menteri PU RI, Dody Hanggodo.

Banjir Bandang Rendam 120 Rumah dan Rusak Infrastruktur

Banjir bandang di Kota Padang berdampak pada sekitar 120 rumah yang tergenang. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada jaringan irigasi, bendung, dan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter.

Selain itu, dua bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) mengalami kerusakan. Pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer dilaporkan terputus, sementara satu masjid turut terdampak.

Kerusakan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat yang dilakukan pemerintah, terutama untuk memperbaiki kondisi sungai dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Kementerian PU melalui BWS Sumatera V Padang menjalankan sejumlah langkah tanggap darurat, meliputi perbaikan alur sungai, pembersihan sedimen pada bangunan intake, serta penyediaan air bersih menggunakan lima unit mobil tangki air.

Baca juga:

Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari

Tanggul Darurat 200 Meter Rampung Dibangun

Salah satu langkah penanganan yang telah diselesaikan adalah pembangunan tanggul darurat di kawasan Perumahan Lumin Park, tepatnya di sepanjang Sungai Batang Air Dingin.

Tanggul sepanjang 200 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter itu dibangun untuk memperkuat perlindungan permukiman sekaligus mengurangi risiko luapan sungai ketika hujan berintensitas tinggi.

Pengerjaan tanggul didukung pengerahan tiga unit excavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10).

Penyelesaian tanggul tersebut menjadi langkah awal untuk mengendalikan risiko di kawasan terdampak. Penanganan darurat ini selanjutnya akan diikuti upaya rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sungai agar perlindungan terhadap kawasan rawan banjir dapat diperkuat dalam jangka panjang.

Rehabilitasi Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji Disiapkan

Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi sungai sekaligus meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan terdampak.

Lingkup pekerjaan yang direncanakan mencakup normalisasi dan pembukaan alur sungai, peninggian atau pembangunan tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan aliran air dan material sedimen.

Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan berlangsung secara bertahap mulai 15 Oktober 2026. Kementerian PU juga menyiapkan tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo untuk mengevaluasi kondisi lapangan serta memberikan masukan teknis dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Baca juga:

Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu

Pengerukan Muara dan Pembangunan Check Dam Masuk Rencana

Di kawasan muara, pekerjaan pengerukan direncanakan mulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi pelaksanaan sekitar dua bulan.

Sementara itu, tim pengukuran telah menuju lapangan untuk mempersiapkan pekerjaan permanen, termasuk pembangunan check dam yang direncanakan berlangsung selama enam bulan. Pekerjaan tersebut akan berjalan bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai. (Asp)

#Banjir Bandang #Kota Padang #Bencana Alam #Kementerian PU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 12 menit lalu
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Bagikan