Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu

Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal.(foto: Instagram @geografia_intercontinental)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPTUIH.COM - SEBUAH sungai besar di Nepal meluap, menyapu rumah-rumah, jembatan, serta merusak bagian dari stasiun pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Para pejabat mengatakan mereka telah menyelamatkan 95 orang, termasuk sembilan warga negara asing, di sepanjang tepi Sungai Budhi Gandaki di distrik Gorkha bagian tengah, demikian dikonfirmasi oleh pihak militer. Belum ada korban jiwa yang dilaporkan, namun lima orang dinyatakan hilang.

Sebuah rekaman video memperlihatkan detik-detik air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan. Nepal saat ini berada dalam status siaga tinggi dan masih berjuang untuk pulih dari banjir bandang dahsyat yang menerjang kota-kota perbatasannya dengan Tibet pada dua bulan lalu. Bencana itu menewaskan lebih dari 1.400 orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.

Banjir pada Minggu tersebut menerjang Distrik Gorkha, ketika anak-anak dan masyarakat setempat bersiap menyambut hari pertama Festival Dashain, sebuah momen penting dalam kalender Nepal. Lebih dari 200 rumah rusak dan lebih dari 650 orang terdampak oleh banjir ini. Demikian disampaikan Badan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nepal.

Seperti dilansir Kathmandu Post, beberapa pemukiman benar-benar terisolasi dan kini hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Pihak militer Nepal menyatakan telah mengerahkan empat helikopter untuk operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Keluarga-keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka, dengan banyak di antaranya menghadapi ketidakpastian mengenai tempat perlindungan yang aman serta akses ke kebutuhan pokok.

Baca juga:

Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi



Ganesh Karki, seorang warga Jagatbagar, dikutip Kathmandu Post, mengatakan ia dan warga lainnya berlindung di hutan terdekat sekitar 500 meter di atas bukit setelah menerima telepon peringatan banjir pada pagi hari.

"Kami tidak pernah membayangkan banjir sebesar ini. Air melonjak selama sekitar 15 menit dan kemudian berhenti berulang kali sepanjang pagi. Kami takut untuk kembali ke rumah pada malam hari,” ujarnya.

Banjir menyapu sekitar satu lusin rumah dan beberapa jembatan gantung, sedangkan sebuah proyek hidroelektrik mengalami kerusakan setelah sebagian peralatan konstruksinya terbawa arus. Dalam kurun waktu beberapa jam, ketinggian air sungai di satu lokasi melonjak dari dua meter menjadi hampir 8,5 meter.

“Stasiun hidrologi kami tersapu air dan kami tidak mendapatkan data apa pun dari lokasi tersebut,” Binod Parajuli, seorang ahli meteorologi yang bekerja untuk pemerintah Nepal.

Meskipun demikian, para ahli menyebut aliran puing-puing kali ini jauh lebih kecil dan bergerak lebih lambat ketimbang banjir bandang dahsyat pada Agustus lalu.
Penyebab banjir terbaru ini masih belum jelas. Beberapa pihak menduga tanah longsor sempat membendung sungai atau anak sungainya, hingga bendungan alami tersebut akhirnya jebol, sedangkan yang lain menyebutkan warga di bagian hulu melihat adanya gletser runtuh (longsoran es).

Organisasi Save the Children tengah mengerahkan tim darurat untuk merespons banjir pada Minggu ini. "Kehidupan anak-anak telah hancur dalam sekejap sekali lagi," kata direktur lembaga tersebut di Nepal, Tara Chettry.

Sungai Budhi Gandaki merupakan anak sungai dari Sungai Trishuli, yang berada di hilir dari anak sungai lain tempat terjadinya longsoran batu dan es pada Agustus yang menyebabkan banjir di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet. Longsoran tersebut terjadi di dekat puncak Langtang Lirung, sebuah gunung di sisi pegunungan Himalaya wilayah Nepal. Ratusan orang tewas dalam banjir tersebut.

Nepal sangat rentan terhadap bencana, mulai dari gempa bumi hingga tanah longsor dan banjir, akibat lingkungan alam Himalaya yang sulit diprediksi. Para ahli berpendapat perubahan iklim, yang menyebabkan gletser mencair lebih cepat, amat mungkin meningkatkan risiko bencana semacam ini dan membuat masyarakat lokal semakin rentan.(dwi)

Baca juga:

Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis

#Nepal #Banjir Bandang #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Bagikan