Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana

Arsip - Ketua DPR RI Puan Maharani

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa bumi yang dihadapi Indonesia.

Berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, Indonesia dinilai membutuhkan sistem kesiapsiagaan bencana yang semakin terpadu.

Puan mengatakan ancaman bencana, termasuk gempa bumi, tidak dapat diketahui secara pasti kapan dan di mana akan terjadi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama dan mampu bergerak cepat ketika bencana terjadi.

“Indonesia masuk dalam lingkaran Ring of Fire. Karenanya memang dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, pemerintah itu sudah melakukan mitigasi dan antisipasi untuk melakukan semua hal terkait dengan hal tersebut, antisipasinya itu secara terpadu,” kata Puan usai Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Baca juga:

Ada di Ring of Fire, Orang Indonesia Wajib Tahu Makanan Stok Bencana Berikut

Mitigasi Bencana Harus Dimulai Sebelum Gempa Terjadi

Menurut Puan, karakter geografis Indonesia membuat upaya mitigasi tidak boleh berhenti pada penanganan setelah bencana terjadi.

Kesiapan harus dibangun sejak sebelum kejadian agar risiko terhadap masyarakat dapat ditekan.

“Namun karena ini memang alam, kita tidak bisa melakukan antisipasi dan mitigasi itu di mana, kapan terjadinya, dan kapan selesainya,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Puan mendorong pemerintah memiliki satu kepemimpinan dalam penanganan bencana.

Kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menyatukan langkah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ketika menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, ancaman gempa membutuhkan respons yang tidak terfragmentasi. Sistem peringatan, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan harus dapat bergerak dalam satu koordinasi.

Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Dorongan tersebut disampaikan Puan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap ancaman bencana di berbagai wilayah.

Selain aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sejumlah gunung api lain juga mengalami erupsi dalam periode berdekatan.

Puan menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi ukuran utama dalam setiap kebijakan kebencanaan.

Keselamatan masyarakat, harus menjadi prioritas utama sehingga semua kebijakan dan tindakan yang diambil perlu diarahkan ke sana,

Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat di daerah rawan memiliki akses terhadap sistem perlindungan yang jelas.

Peringatan bencana harus dapat diterima tepat waktu sehingga warga memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.

“Bagaimana peringatan bencana diterima tepat waktu, warga dapat segera mencapai tempat aman, kebutuhan dasar tersedia, layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan, serta keluarga yang kehilangan penghasilan memperoleh penyangga kehidupan,” jelas Puan.

Baca juga:

Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian

Edukasi dan Keterbukaan Informasi Perlu Diperkuat

Selain kesiapan pemerintah, Puan menilai masyarakat juga harus dibekali pengetahuan menghadapi bencana.

Edukasi kebencanaan dinilai penting agar warga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika ancaman muncul.

Pemerintah juga diminta memperkuat keterbukaan informasi untuk mencegah kabar yang tidak terverifikasi memicu kepanikan di tengah masyarakat.

“Dan tentunya keterbukaan informasi serta edukasi kepada masyarakat juga harus digalakkan sekaligus sebagai langkah untuk mencegah informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan,” pungkasnya. (Knu)

#Cincin Api Pasifik #Mitigasi Bencana #Bencana Alam #Puan Maharani #Ketua DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Langkah tersebut diambil demi memastikan fasilitas pendidikan tidak hanya layak dan nyaman, tetapi juga aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Bagikan