MerahPutih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa bumi yang dihadapi Indonesia.
Berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, Indonesia dinilai membutuhkan sistem kesiapsiagaan bencana yang semakin terpadu.
Puan mengatakan ancaman bencana, termasuk gempa bumi, tidak dapat diketahui secara pasti kapan dan di mana akan terjadi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang sama dan mampu bergerak cepat ketika bencana terjadi.
“Indonesia masuk dalam lingkaran Ring of Fire. Karenanya memang dari masa ke masa, dari tahun ke tahun, pemerintah itu sudah melakukan mitigasi dan antisipasi untuk melakukan semua hal terkait dengan hal tersebut, antisipasinya itu secara terpadu,” kata Puan usai Rapat Paripurna DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Baca juga:
Ada di Ring of Fire, Orang Indonesia Wajib Tahu Makanan Stok Bencana Berikut
Mitigasi Bencana Harus Dimulai Sebelum Gempa Terjadi
Menurut Puan, karakter geografis Indonesia membuat upaya mitigasi tidak boleh berhenti pada penanganan setelah bencana terjadi.
Kesiapan harus dibangun sejak sebelum kejadian agar risiko terhadap masyarakat dapat ditekan.
“Namun karena ini memang alam, kita tidak bisa melakukan antisipasi dan mitigasi itu di mana, kapan terjadinya, dan kapan selesainya,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Puan mendorong pemerintah memiliki satu kepemimpinan dalam penanganan bencana.
Kepemimpinan tersebut diharapkan mampu menyatukan langkah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ketika menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, ancaman gempa membutuhkan respons yang tidak terfragmentasi. Sistem peringatan, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan harus dapat bergerak dalam satu koordinasi.
Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
Dorongan tersebut disampaikan Puan di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap ancaman bencana di berbagai wilayah.
Selain aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sejumlah gunung api lain juga mengalami erupsi dalam periode berdekatan.
Puan menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi ukuran utama dalam setiap kebijakan kebencanaan.
Keselamatan masyarakat, harus menjadi prioritas utama sehingga semua kebijakan dan tindakan yang diambil perlu diarahkan ke sana,
Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Ia meminta pemerintah memastikan masyarakat di daerah rawan memiliki akses terhadap sistem perlindungan yang jelas.
Peringatan bencana harus dapat diterima tepat waktu sehingga warga memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.
“Bagaimana peringatan bencana diterima tepat waktu, warga dapat segera mencapai tempat aman, kebutuhan dasar tersedia, layanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan, serta keluarga yang kehilangan penghasilan memperoleh penyangga kehidupan,” jelas Puan.
Baca juga:
Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan, Prabowo: Harus Siap Sebelum Kejadian
Edukasi dan Keterbukaan Informasi Perlu Diperkuat
Selain kesiapan pemerintah, Puan menilai masyarakat juga harus dibekali pengetahuan menghadapi bencana.
Edukasi kebencanaan dinilai penting agar warga memahami tindakan yang harus dilakukan ketika ancaman muncul.
Pemerintah juga diminta memperkuat keterbukaan informasi untuk mencegah kabar yang tidak terverifikasi memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Dan tentunya keterbukaan informasi serta edukasi kepada masyarakat juga harus digalakkan sekaligus sebagai langkah untuk mencegah informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan,” pungkasnya. (Knu)